Rumah Terbakar, Ibu dan Anak Tewas

Share this :

Jombang, Koran Memo – Kebakaran melanda rumah milik pasangan suami istri Bagio (40) dan Sutik (35) warga Desa Mojongapit Kecamatan Jombang, Kamis (29/10) malam. Akibat peristiwa ini, Sutik yang diduga tak sempat menyelamatkan diri, tewas terpanggang api saat itu juga. Tidak hanya Sutik, Rafael (3) anak kedua korban yang sempat dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jombang, akhirnya juga tewas, Jumat (30/10) sekitar pukul 04.00 WIB.

Korban (Sutik) ditemukan tewas terpanggang dan tertimpa reruntuhan bangunan (agung/memo)
Korban (Sutik) ditemukan tewas terpanggang dan tertimpa reruntuhan bangunan (agung/memo)

Sementara suami dan anak pertama korban yakni Yogik (15), mengalami luka bakar dan masih dalam perawatan RSUD Jombang. Diduga kuat, kebakaran dipicu lilin yang dinyalakan menyambar uap Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium (bensin) serta elpiji yang berada di rumah korban. Kasus kebakaran ini dalam penanganan Polsek Jombang Kota.

Kapolsek Jombang Kota, AKP Yudiono mengatakan, peristiwa kebakaran dalam penyelidikan. “Saat itu listrik sedang padam sehingga keluarga tersebut menyalakan lilin untuk penerangan. Diduga kuat nyala api dari lilin menyambar uap bensin yang berada di toko peracangan korban, yang jadi satu dengan bangunan rumah. Dalam peristiwa ini, dua orang meninggal dunia, dua mengalami luka bakar,”jelas Yudiono, saat  dikonfirmasi, Jumat (30/10) malam.

Yudiono menjelaskan, kejadian bermula ketika listrik sedang padam pada Kamis malam. Keluarga ini lantas menyalakan lilin dan ditaruh di etalase bangunan, yang digunakan untuk berjualan jamu serta sembako. Di dalam bangunan yang menyatu dengan rumah, juga terdapat beberapa botol bensin dan beberapa tabung elpiji.

Diduga kuat, lilin tersebut jatuh hingga meyambar uap bensin. Akibatnya terjadi kobaran api di dalam toko tersebut. Dengan cepat api menyambar ke seluruh bagian bangunan rumah. Kobaran api semakin parah ketika elpiji juga tersambar nyala api.

Ketika api membesar, anak korban, Rafael, berada paling dekat dengan sumber api. Melihat anaknya dikepung api, korban (Sutik) berusaha menyelamatkan anak ke duanya itu. Tragisnya, Sutik justru terjebak di dalam bangunan yang terbakar. Pakaian korban tersambar api hingga tidak mampu menyelamatkan diri.

Warga yang mengetahui ada peristiwa kebakaran, bergegas melaporan kejadian ini ke kepolisian setempat, yang dilanjutkan melapor ke pihak pemadam kebakaran. Sembari menunggu petugas datang, warga  berusaha membantu memadamkan api dengan alat seadanya.

Tidak lama kemudian, sedikitnya 2 unit mobil pemadam kebakaran tiba dilokasi dan langsung melakukan upaya  pemadaman api.  Upaya pemadalam api ini tidak kurang memakan waktu lebih dari satu jam. Setelah api padam, petugas menyisir dalam rumah hingga akhirnya menemukan korban dalam keadaan tewas terpanggang dan tertimpa reruntuhan bangunan.

“Korban (Sutik) tewas seketika. Sedangkan anak kedua korban (Rafael) yang menderita luka bakar hingga 90 persen, meninggal dalam perawatan medis. Sedangkan suami (Bagio) dan anak pertama (Yogik), dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis,” pungkas Yudiono.  (ag)