Rumah Terbakar, Diduga Ini Penyebabnya

Share this :

Kediri, koranmemo.com – Kebakaran terjadi di rumah milik Sunyoto (77) warga RT 22/RW 07 Kelurahan Sukorame Kecamatan Mojoroto Kota Kediri, Minggu (29/9) sekitar pukul 22.00 WIB. Sontak kejadian tersebut membuat warga sekitar panik, pasalnya rumah mereka saling berdekatan.

Salah satu tetangga, Sujoko Adi Purwanto mengatakan, api mulai terlihat sekitar pukul 21.00 WIB, dia dan warga sekitar yang mengetahui kejadian tersebut segera berusaha memadamkan api menggunakan alat seadanya.

“Kami mencoba memadamkan api dengan menyemprot air pakai selang dan ember. Api diduga dari bara api dan merembet ke bagian lainnya. Terlebih lagi, di dalam rumah juga banyak kayu kering dan ban bekas, jadi api cepat membesar, ” jelasnya.

Sujoko menduga api tersebut berasal dari bara api pada tungku milik Sunyoto, karena sebelumnya Sunyoto merebus air. Meskipun mempunyai kompor gas, namun saat merebus air untuk mandi istrinya menggunakan tungku tradisional berbahan bakar kayu. Merasa api sulit dipadamkan, warga segera menghubungi petugas pemadam kebaran.

Lokasi rumah yang berada di dalam gang dan jalan menuju rumah cukup sempit, membuat petugas pemadam kebakaran (damkar) kesulitan memadamkan api. Terlebih lagi banyak warga yang berada di sekitar rumah Sunyoto sehingga memadati jalan.

Untuk memadamkan api memerlukan waktu sekitar satu jam, ada tiga unit damkar yang siaga di sekitar lokasi kebakaran. Selama melakukan pemadaman, mobil damkar bergantian mengambil air bahkan ada tambahan satu mobil damkar bersiaga untuk mengirim pasokan air ke tiga mobil damkar.

Warga sempat membubarkan diri setelah ada suara gemuruh dari dalam rumah, mereka menduga tabung gas bocor. Namun setelah diperiksa, ternyata bangunan atap roboh karena hangus terbakar dan genting rumah jatuh menimpa perabotan rumah. Setelah dinilai aman, petugas dan warga melakukan pembahasan untuk meminimalisir munculnya titik api.

Sementara itu, Sunyoto mengaku setelah merebus air sekitar pukul 16.00 WIB, dia sudah memadamkan api di tungku. “Tadi sudah saya matikan, perasaan sudah tidak ada bara api. Hanya ada bambu kering yang biasa saya gunakan untuk bahan bakar,” ujarnya.

Sebelum kebakaran, Sunyoto berada di depan bersama istrinya sedang berbincang, tiba-tiba lampu rumah padam. Karena curiga, dia memeriksa ke bagian belakang rumah (dapur), ternyata api sudah membesar. Karena panik, dia mencoba membuka pintu dapur, namun usahanya sia-sia. Pintu yang terbuat dari seng cukup panas sehingga dia memutuskan untuk kembali ke depan.

Sambil berusaha ke luar dari rumah, dia menendang jendela kamar. “Saya tendang jendela kamar, tapi api di sana sudah membesar. Akhirnya saya dan istri mencoba lewat pintu depan, untung di depan tidak ada api. Selain saya dan istri, barang-barang berharga lainnya ikut terbakar,” ucapnya.

Sunyoto hanya bisa membawa dua sangkar burung dan sepeda motor yang terparkir di ruang tamu. Selain itu, dia hanya bisa pasrah, ayam yang berada di bagian belakang rumah juga ikut terbakar. Beruntung dalam kejadian ini tidak mengakibatkan korban jiwa, namun kerugian diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.

Reporter : Okpriabdhu Mahtinu
Editor Achmad Saichu