Rumah Semedi Satu-Satunya di Kota Angin

Share this :

Nganjuk, koranmemo.com – Satu-satunya di Kabupaten Nganjuk, benda cagar budaya ini merupakan koleksi Museum Anjukladang. Namanya rumah semedi, ditemukan dari Desa Bangle Kecamatan Lengkong. Bentuk rumah menyerupai gubug gazebo yang terbuat dari kayu jati.

Pantauan Koran Memo, rumah semedi ini berukuran panjang sekitar dua meter, lebar satu setengah meter, tinggi dua setengah meter, dan dari dasar tanah tinggi sekitar 30 sentimeter. Menariknya, cara membuat bangunan rumah semedi ini tanpa menggunakan pengait dari paku atau bahan logam lain. Untuk menyambungkan kayu yang satu dengan yang lain mengunakan nagel, bahan dari kayu juga.

Amin Fuadi, Kasi Sejarah Museum dan Kepurbakalaan Disparporabud Nganjuk menjelaskan, rumah semedi adalah salah satu koleksi museum Anjukladang yang terbilang unik dan hanya satu-satunya di Nganjuk. Zaman dahulu, rumah semedi ini digunakan oleh warga Bangle untuk mendekatkan kepada roh leluhurnya.

“Mereka belum mengenal adanya agama di jaman pra-sejarah peralihan, tapi mereka sudah mengenal budaya,” jelasnya.

Terlihat pada bagian-bagian bangunan, sudah menggunakan teknologi untuk  membuat hiasan-hiasan pada kayu. Seperti terlihat pada pintu, sudah terdapat profil kayu yang indah. Begitu juga pada kedua jendela, orang jaman dahulu sudah memperhitungkan sirkulasi udara dalam rumah semedi. “Jadi, udara dalam ruangan terasa sejuk,” imbuhnya.

Sayang rumah semedi ini tidak seperti aslinya. Diperkirakan dulunya, tidak beratap genteng seperti sekarang ini, melainkan dari sirap atau  untaian daun ilalang. Serta tidak ada satupun paku yang menancap pada  bagian kayu rumah semedi ini. Termasuk warna cat yang menempel pada dinding dan pintu rumah semedi, aslinya adalah natural.

Reporter: Andik Sukaca

Editor: Della Cahaya