Rumah Karaoke Maxi Brillian Gugat Pemkot Blitar

Blitar, koranmemo.com – Manajemen tempat karaoke Maxi Brillian Kota Blitar dikabarkan resmi melayangkan gugatan kepada Pemerintah Kota Blitar. Gugatan tersebut berkaitan dengan penutupan dan pencabutan izin karaoke Maxi Brillian beberapa waktu lalu. Bahkan sidang perdana perkara gugatan itu sudah digelar di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Surabaya pada 1 April 2019 lalu.

Hal tersebut dibenarkan Plt Kepala Satpol PP Kota Blitar, Juari. Menurut dia,  Pemkot Blitar menerima surat panggilan dari PTUN terkait perkara gugatan itu pada 25 Maret 2019. Gugatan yang dilayangkan pengelola Maxi Brillian ini terkait penyegelan rumah karaoke Maxi Brillian.  “Benar (ada gugatan) dan sidang pertama sudah digelar 1 April 2019 lalu,” jelas Juari.

Menghadapi gugatan itu Pemkot Blitar menunjuk lima kuasa hukum. Terdiri dari Bagian Hukum, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Satpol PP, serta beberapa pengacara. Dalam sidang pertama Hakim PTUN, langsung mengeluarkan putusan. Dalam putusannya, majelis hakim tidak menerima gugatan yang diajukan pihak pengelola Maxi Brillian. Alasannya, pengajuan gugatan perkara itu sudah melebihi batas waktu.

“Sesuai pasal 77 UU No 5 Tahun 1986 tentang PTUN, menyebutkan gugatan harus diajukan maksimal 90 hari setelah proses penutupan dilakukan,” ungkap Juari.

Selain itu, berdasarkan aturan Mahkamah Agung penggugat harus melakukan upaya administrasi terlebih dahulu kepada Pemkot Blitar sebelum mengajukan gugatan. Penggugat sendiri hingga kini belum pernah melakukan upaya administrasi.

Juari menegaskan, proses penutupan karaoke Maxi Brillian yang dilakukan Pemkot Blitar sudah sesuai prosedur. Penutupan itu berdasarkan Perda No 1 Tahun 2017 tentang Ketentraman dan Ketertiban Umum (Trantibum). “Proses penutupan itu sudah sesuai prosedur,” paparnya.

Sebagaimana diketahui akhir tahun 2018 lalu, Satpol PP menyegel tempat koraoke Maxi Brillian. Pencabutan izin dilakukan usai Polda Jatim menggerebek salah satu room karaoke Maxi Brillian karena kedapatan menggelar praktik asusila.

Reporter Arief juli prabowo

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date