Ruang Laboratorium RSUD Gambiran Kediri Terbakar, Pasien Dievakuasi

Kediri, koranmemo.com — Kebakaran terjadi pada ruang laboratorium Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Gambiran Kediri, Senin (9/9) sekitar pukul 16.00 WIB. Petugas Pemadam Kebakaran (PMK) Kota Kediri sempat mengalami kesulitan karena asap dari ruang laboratorium cukup tebal bahkan petugas juga membuka paksa salah satu pintu toilet yang berada di sebelah ruangan untuk memadamkan kobaran api.

Dua mobil PMK dikerahkan untuk memadamkan api di dalam ruang laboratorium. Api berhasil dipadamkan kurang lebih selama 20 menit. Beruntung ruang laboratorium berada di lantai dasar sehingga petugas dapat segera melakukan penyemprotan untuk memadamkan api. Beberapa pasien juga sempat dievakuasi ke luar ruangan (titik kumpul) untuk memudahkan proses pemadaman.Direktur Utama (Dirut) RSUD Gambiran, Fauzan Adima menjelaskan, sekitar pukul 15.30 WIB beberapa petugas dan karyawan RSUD Gambiran yang hendak pergi ke ruang laboratorium tiba-tiba melihat kepulan asap dari dalam ruangan. “Mengetahui hal tersebut, petugas segera menyalakan kode kebakaran,” jelasnya.

Petugas, lanjutya, sempat menggunakan Alat Pemadam Kebakaran Ringan (APAR) untuk memadamkan api, namun usaha tersebut belum berhasil karena titik api belum diketahui dan asap cukup tebal. Beruntung dalam kejadian tersebut tidak ada pasien yang berada di dalam ruangan laboratorium, untuk pelayanan pasien di ruang laboratorium sementara di tunda.

Menurut Fauzan, kebakaran tersebut diduga adanya korsleting listrik pada salah satu alat yang ada di laboratorium. Di dalam ruangan tersebut terdapat beberapa peralatan berat utuk uji atau tes urine dan darah. “Yang menggunakan alat-alat besar sementara masih terganggu. Karena ada alat sentrifugasi, blender untuk peralatan laborat, dan ada sebagian reagen (bahan kimia untuk laborat),” ujarnya.

Beruntung dalam kejadian tersebut tidak ada korban jiwa, namun kerugian material diperkirakan mencapai Rp 50 juta. Lantaran, selain peralatan laboratorium, peralatan penunjang lain seperti Air Conditioner (AC), kulkas, dan beberapa alat lainnya juga ikut terbakar. Petugas hanya dapat menyelamatkan beberapa peralatan yang ada di dalam ruangan seperti meja dan kulkas.

Fauzan mengatakan, meskipun kejadian ini baru pertama kali, namun pihaknya akan melakukan evaluasi sehingga kejadian tersebut tidak terulang kembali. “Selain terus melakukan simulasi terjadi bencana, kami akan melakukan pemeriksaan dan pengecekan peralatan secara berkala pada APAR dan Hydrant. Terlebih lagi, untuk mengantisipasi human eror, yaitu mengecek kembali peralatan listrik serta stop kontak,” tuturnya.

Reporter : Okpriabdhu Mahtinu
Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date