RSUD Gambiran Miliki PCR, Wali Kota Kediri Umumkan 4 Orang Klaster Tulungagung Positif COVID-19

Share this :

Kediri,Koranmemo.com – Setelah RSUD Gambiran Kota Kediri mengumumkan memiliki Polymerase Chain Reaction (PCR) untuk memeriksa virus COVID-19, Kamis (14/5) pagi, malam harinya Wali Kota Kediri Abdullah ABu Bakar mengumumkan tambahan 4 warga positif COVID-19. Masih berhubungan dengan 9 pasien konfirmasi sebelumnya, mereka merupakan hasil tracing atau pelacakan klaster pabrik rokok di Kabupaten Tulungagung.

Mas Abu sapaan akrab Wali Kota Kediri mengatakan, dengan adanya mesin PCR RSUD Gambiran tidak memerlukan waktu 7 hari untuk menunggu hasil tes swab dari laboratorium. “Hari ini RSUD Gambiran bisa melakukan tes swab sendiri, yaitu dengan mesin Tes Cepat Molekuler (TCM). Sehingga kami bisa mendapatkan hasil tes lebih cepat,” katanya.

Dari penggunaan pertama, Kamis ini RSUD Gambiran pun langsung mendapatkan hasil positif. Dengan bertambahnya pasien konfirmasi positif di Kota Kediri, total ada 23 kasus konfirmasi. “Ada 4 yang positif baru di Kota Kediri yakni dari Kelurahan Ngronggo, Pojok, Betet, dan Jegles Blabak. Klaster ini dari Tulungagung, jadi per tanggal 14 Mei ini,” imbuh Mas Abu.

Sama seperti 8 pasien yang tidak dirawat di ruang isolasi, 4 pasien ini dirawat di rumah dan mendapatkan pengawasan dari kerjasama pihak berwenang. “Pasien ini dirawat di rumah masing-masing karena orang tanpa gejala (OTG),” tukasnya.

Dia berharap agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan karena virus ini tetap bisa menular dari OTG. “Oleh karena itu saya ingin mengingatkan masyarakat Kota Kediri dimana-mana menggunakan masker. Jadi harus tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan,” pungkasnya.

Sementara itu, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Kediri, dr Fauzan Adima memaparkan penularan COVID-19 di Kota Kediri secara statistik masih membingungkan. Sebelum adanya klaster pabrik rokok Kabupaten Tulungagung kasus konfirmasi sempat melandai dan beberapa dinyatakan sembuh. Namun tidak disangka kasus ini justru bertambah sampai 23 pasien. “Karena itu masih cukup membingungkan,” tuturnya.

Sedangkan mengenai puncak pandemi di Kota Kediri, dengan dimilikinya mesin TCM atau PCR ini diperkirakan dalam waktu dekat akan lebih banyak kasus konfirmasi yang terdeteksi. “Kalau perkiraan kasar saya pribadi puncak terjadi pada selama 2 pekan mendatang,” tutupnya.

Dengan bertambahnya kasus COVID-19 di Kota Kediri, Fauzan meminta warga tetap mematuhi protokol kesehatan dan tidak bepergian jika tidak penting atau mendesak. Berolahraga bisa dilakukan di rumah dan tidak perlu keluar sampai membuat kerumunan di titik keramaian.

Reporter :Dhita septiadarma
Editor : Achmad Saichu