RSUD Dolopo ‘Biang Kerok’ Target PAD 2016 Gagal

Share this :

Madiun, KoranMemo.com-Restribusi pelayanan kesehatan di RSUD Dolopo sebagai penyebab target pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Madiun tahun anggaran 2016 tak tercapai. Rumah sakit berpelat merah itu hanya mampu menyetor PAD ke kas daerah (kasda) sebesar 68,79 persen. Dari total PAD yang tidak tersetor sebesar Rp 7 miliar, RSUD Dolopo menyumbang hingga sekitar Rp 5 miliar.

Hal itu disampaikan Bupati Madiun Muhtarom saat sidang paripurna penyampaian jawaban Bupati atas pandangan umum fraksi-fraksi DPRD tentang Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2016 di DPRD Kabupaten Madiun, Rabu (21/06/2017).

“Sektor yang belum mampu memenuhi target PAD, yakni restribusi daerah hanya tercapai sebesar 80,58 persen. Utamanya, sektor restribusipelayanan kesehatan di RSUD Dolopo yang hanya tercapai 8,79 persen,” katanya.

Hal itu jelasnya, karena kekurangan sarana dan prasarana (sarpras) dan dokter spesialis menjadi salah satu kendalanya. ‘’Karena dokter spesialis kurang, ya akhirnya berpengaruh pada target PAD,’’ jelasnya.

Faktor lainnya, yakni Pajak Daerah yang hanya menyumbang 98,53 persen. Salah satunya sektor yang tidak tercapai yaitu pajak penerangan jalan (PPJ) hanya tercapai 93,25 persen. “Hal itu akibat dari penundaan pencabutan subsidi bagi pelanggan menengah ke bawah,” jelasnya.

Dikatakan, tidak tercapainya PAD bakal berdampak pada pembangunan di tahun berikutnya. ‘’Kami akan upayakan efisiensi dan intensifikasi. Sehingga PAD tahun ini bisa tercapai,’’ paparnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Madiun Djoko Setijono mengatakan, apapun alasannya, pihaknya tidak dapat menerima melesetnya PAD RSUD Dolopo. ‘’Selama kinerja tidak ditingkatkan, PAD juga tidak akan meningkat,’’ ungkapnya.

Pihaknya juga menginstruksikan komisi DRPD yang menjadi mitra RSUD Dolopo untuk senantiasa memberikan pemdampingan dan pengawasan. Juga, mendorong RSUD Dolopo untuk meningkatkan kinerja tenaga kesehatan mereka. ‘’Penetapan PAD itu menggunakan dasar. Sudah dihitung berapa potensi yang bisa masuk PAD. RSUD harus mengevaluasi kinerjanya kenapa PAD bisa tidak tercapai,’’ pungkasnya.

Reporter: Juremi

Editor: Achmad Saichu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.