RS Rujukan Pasien Covid-19 Penuh, RSSA Masih Bisa Terima Pasien Darurat

Malang, koranmemo.com – Sebanyak 83 ruangan isolasi pasien Covid-19 milik Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang penuh. Meski demikian pihaknya masih bisa menerima pasien Covid-19 dengan gejala berat atau darurat. RSSA akan memanfaatkan IGD untuk transit pasien dengan gejala berat sembari menunggu ruang isolasi Covid-19 kosong.

“Saat ini kami tidak menolak pasien, kami masih tetep bisa untuk yang Instalasi Gawat Darurat (IGD), terutama yang darurat tetap kami terima. Namun memang kondisi untuk ruang isolasi dan Intensive Care Unit (ICU) kami saat ini penuh,” tutur Kasubbag Humas RSSA Malang, Donny Iryan, Sabtu (28/11).

Menurutnya, RSSA sebagai salah satu Rumah Sakit rujukan pasien Covid-19 Provinsi Jawa Timur tetap berusaha menerima pasien rujukan Cavid-19 baik dari Malang maupun luar Malang. Pihaknya memastikan di ruang IGD masih bisa digunakan untuk transit pasien Covid-19.

“Kami berusaha untuk menambah kapasitas IGD. Tapi memang ada batasnya, walau kami terus berusaha meningkatkan kapasitas IGD di covid kami. Saat ini masih dikordinasikan bersama internal. Kami tambah tempat tidur mungkin. Tapi itu ada batasnya,” ujarnya.

Dia menambahkan, di RSSA dalam beberapa hari terakhir memang mengalami kepadatan pasien Covid-19. Hal tersebut disebabkan karena memang tidak hanya menerima pasien Malang Raya namun juga dari luar juga.

“Sampai saat ini pasien baru kami tampung di IGD, nanti kalau memang ada pasien yang sudah dipulangkan, kita sterilisasi lalu masukan. Memang satu-dua hari ini seperti itu, tingkat okupansi, tingkat keterisian bed itu hampir seratus persen semua. Jadi ada yang pulang langsung terisi, pulang langsung terisi, gak sempet kosong langsung terisi,” tuturnya.

Pihaknya berencana akan menambah kapasitas IGD dengan mengalihfungsikan ruang Hemodialisa (HD) atau ruang cuci darah VIP menjadi IGD untuk transit pasien Covid-19. Pihaknya berencana akan menghentikan ruang HD yang masih berfungsi tersebut untuk dialih fungsikan sebagai IGD.

“Kalau pun itu bisa, kita bisa nambah 10 kamar tapi masih belum kita eksekusi sekarang. Untuk sekarang kita masih eksisting untuk yang 83 ruangan isolasi dengan 9 ventilator,” tambahnya.

Reporter: Mokhammad Sholeh

Editor: Della Cahaya