RPH Jadi Solusi Penyembelihan Hewan Kurban di Masa Pandemi Covid-19

Share this :

Trenggalek, Koranmemo.com – Rumah Potong Hewan (RPH) menjadi solusi penyembelihan hewan kurban di masa pandemi Covid-19. Selain untuk mengurai kerumunan sebagai antisipasi penularan pandemi, RPH juga mempunyai fasilitas yang memadai. Pasalnya, Idul Adha tahun ini berbeda ketimbang tahun sebelumnya.

Meskipun dalam Surat Edaran Bupati Trenggalek tertanggal 8 Juli 2020 tentang Penyelenggaraan Salat Idul Adha dan Penyembelihan Hewan Kurban Tahun 1441 H/2020 M menuju Masyarakat Produktif dan Aman Covid-19 tak mengatur secara khusus, namun pemotongan hewan kurban di RPH menjadi solusi terbaik di masa pandemi.

“Karena di masa pandemi, untuk mengantisipasi penularan Covid-19, segala bentuk aktivitas yang mengundang kerumunan dibatasi, termasuk pemotongan hewan kurban. Kalau di (RPH) sini, jelas orangnya terbatas,” kata Kepala UPT Pusat Pembibitan Ternak dan RPH Trenggalek, Sigit Agus Widarto, Selasa (21/7).

Selain menggunakan tenaga jagal profesional yang bersertifikat, pemotongan hewan di RPH itu juga melewati serangkaian pemeriksaan kesehatan. Meliputi pemeriksaan sebelum hewan disembelih dan ketika berbentuk potongan daging. Pemeriksaan itu penting dilakukan untuk mengantisipasi penyakit menular pada hewan.

“Jadi tidak sekedar menyembelih, kita menyiapkan daging ASUH (aman, sehat, utuh dan halal). Ada lagi kir master, pemeriksaan kesehatan daging. Ada yang misal terkena penyakit bisa dibuang di bagian itu saja dan layak konsumsi, ada juga yang harus dibuang semuanya. Kalau bukan petugas, kan nggak tahu. Termasuk disini ada Juleha (juru sembelih halal) yang sudah bersertifikat,” imbuhnya.

Selain soal kualitas, dalam RPH itu juga menyediakan sejumlah fasilitas yang memadai. Gedung RPH itu dilengkapi tempat pemotongan empat hewan sekaligus, dengan durasi sekitar dua jam untuk proses pemotongan hingga pengulitan hewan kurban, sehingga dinilai cukup untuk pelaksanaan pemotongan hewan kurban saat Idul Adha.

“Beberapa waktu lalu kami telah menyosialiskan kepada masyarakat. Lebih baik kita potong disini, jadi nanti tidak banyak yang berkumpul, tempatnya juga lebih bersih dan pemeriksaan kesehatan juga ada,” kata Sigit. Dia menyebut, dalam praktiknya nanti tetap menerapkan protokol kesehatan, seperti penggunaan masker hingga sarung tangan karet bagi tenaga penjagal.

Meskipun demikian, dalam praktiknya, Sigit tak menampik masih banyak warga yang menyembelih hewan kurban di luar RPH. Kondisi ini terlihat dari prosentase jumlah pengguna jasa RPH yang berkisar sekitar 70 persen. Angka itu merupakan akumulasi pengguna jasa RPH di wilayah perkotaan.

“Untuk daerah kota, persentase jagal sekitar 70 persen. Cuma perbedaannya, sebelum pandemi itu mereka sudah rutin. Setiap hari ada pemotongan. Ketika pandemi ini, sekitar dua minggu yang lalu mulai ada yang potong lagi. Untuk biaya pemotongan hewan per ekor Rp 20 ribu, jadi terjangkau bagi masyarakat,” pungkasnya.

Reporter : Dias Ahmad Farid

Editor : Achmad Saichu