Rp 8,9 M Untuk Pasokan Obat ke 20 Puskesmas

Nganjuk, koranmemo.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Nganjuk memperoleh kucuran DAK (Dana Alokasi Khusus) sebesar total Rp 8,9 miliar untuk memasok obat ke 20 Puskesmas yang tersebar di wilayahnya. Pasalnya, persediaan obat tidak boleh mengalami keterlambatan lantaran jumlah kebutuhan kian meningkat seiring kesadaran masyarakat dalam memanfaatkan BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) Kesehatan.

Kabid Sumber Daya Kesehatan (SDK) Dinkes Kabupaten Nganjuk, Drs. Sri Subekti MM, saat dikonfirmasi Koranmemo.com di ruang kerjanya menyampaikan, kucuran dana sebesar Rp 8,9 miliar tersebut dialokasikan untuk persediaan obat yang akan dipasok ke seluruh Puskesmas. Adapun sistem pengadaan beberapa item yaitu melalui e-Katalog, sedangkan yang tidak tersedia di e-Katalog maka dilakukan melalui lelang maupun penunjukan langsung.

“Untuk sementara ini (pengadaan) yang sistem e-katalog sudah terealisasi semua dan tersalur ke Puskesmas yang membutuhkan. Sedangkan yang (sistem) lelang masih proses pembuktian kualifikasi menuju evaluasi,” jelasnya.

Kabid SDK Dinkes Kabupaten Nganjuk berharap agar anggaran sebesar itu dapat terserap semua. Menurutnya, pengadaan obat harus terealisasi dengan baik karena obat tidak boleh sampai mengalami kekosongan. “Apalagi biasanya di awal tahun pembahasan (anggaran) pasti mundur,” imbuhnya.

Lebih jauh, pihaknya menyampaikan jika persediaan obat harus ada sampai minimal tiga bulan ke depan. Karena itu seluruh Puskesmas di wilayahnya harus melaporkan persediaan obat yang ada setiap bulan. “Kami memasok sesuai kebutuhan mereka (Puskesmas). Jadi setiap bulan semua Puskesmas harus melaporkan. Terlebih saat ini kebutuhan akan obat cenderung naik pasca adanya BPJS Kesehatan,” pungkasnya.

Reporter: Andik Sukaca

Editor: Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.