DPRD Minta Pemkab Ngawi Desak Industri Rokok Serap Hasil Panen Tembakau

Share this :

Ngawi, koranmemo.com – Wakil Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Ngawi Yuwono Kartiko menuntut Pemkab Ngawi segera mengatasi masalah hasil panen tembakau yang tak terbeli.

Yuwono meminta Pemkab melalui Dinas Perdagangan, Perindustrian dan Tenaga Kerja (DPPTK) Ngawi mendesak mitra PT. Sampoerna yakni PT. Sadana Arif Nusa untuk membeli tembakau hasil panen petani di Ngawi, seperti dilakukan selama ini.

“Maka pemerintah daerah perlu memaksa PT. Sadana Arif Nusa, untuk memaksimalkan produksinya dan menyerap hasil panen tembakau,  karena pemerintah daerah mempunyai kewenangan,” katanya, Jumat (11/9).

Sebelumnya, Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Kabupaten Ngawi Sojo, mengaku petani kesulitan menjual hasil panen tembakau. Pasalnya, sejak pandemi covid-19, mitra PT. Sampoerna yakni PT. Sadana Arif Nusa tidak mau membeli.

Menurutnya,  selama ini daerah sudah menikmati dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT). Untuk itu setidaknya OPD yang menerima dana tersebut seharusnya ada kepedulian untuk memikirkan bagaimana para petani tembakau ini selama pandemi covid-19.

“Seharusnya khusus dinas perdagangan, perindustrian dan tenaga kerja (DPPTK) Ngawi bisa menjembatani antara petani dengan mitranya,” ujarnya.

Reporter: Juremi

Editor: Della Cahaya