Ritual Satu Suro yang Masih Diuri-uri

Share this :

Kediri, koranmemo.com – Upacara Ritual Satu Sura yang rutin digelar di Desa Menang Kecamatan Pagu Kabupaten Kediri masih dipertahankan hingga. Upacara yang diprakarsai yayasan Keluarga Besar Hondodento Yogyakarta ini rutin digelar sejak tahun 1974. Dengan demikian sudah lebih dari seratus warga Desa Menang dilibatkan pada acara ini.

Upacara diawali dengan kirab pada pukul 8 WIB, dimulai dari Balai Desa Menang menuju Petilasan Sri Aji Jayabaya. Ikut serta dalam kirab ini Kepala Desa Menang, budayawan dan masyarakat. Lima orang putri berjalan mendahului sebagai cucuk lampah, mereka mengenakan kebaya merah sebagai simbol keberanian masyarakat dan pemimpin Kediri dalam menghadapi tantangan.

Usai ritual di Petilasan Sri Aji Jayabaya, dilanjutkan kirab ke Sendang Tirta Kamandhanu yang merupakan tempat semedi Sri Aji Jayabaya. Upacara yang rutin digelar setiap tahun sebagai upaya pelestarian budaya.

Sementara itu Mbah Suratin selaku juru kunci Petilasan Sri Aji Jayabaya menjelaskan, upacara ritual 1 Suro merupakan wujud syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa dan menghormati para leluhur yang telah mewariskan budaya khususnya di Bumi Kediri.

Sebagai informasi, upacara ritual Satu Suro mewajibkan seluruh peserta kirab maupun yang memasuki area petilasan dan Sendang Tirta Kamandanu untuk mengenakan busana adat Jawa. Untuk pantangan, dilarang mengenakan pakaian batik parang. Upacara ritual dilaksanakan di tengah keheningan dengan membakar sesaji dan penaburan bunga. (adv)

Editor: Achmad Saichu