Ribuan Warga Tulungagung Jadi TKI

Share this :

Tulungagung, koranmemo.com – Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Tulungagung mencatat sekitar 9 ribu warganya menjadi tenaga kerja indonesia (TKI) selama 2019. Secara kuantitas sama seperti tahun sebelumnya, namun secara kualitas dianggap meningkat karena banyak yang telah menjadi tenaga ahli di luar negeri.

“Kuotanya setiap tahun sama, sekitar 9 ribu. Tapi kualitas kita meningkat, sekitar 62 persen TKI kita sekarang sudah menjadi tenaga ahli di Jepang, Hong Kong, dan beberapa negara lainnya,” ujar Yumar Kepala Disnakertrans Kabupaten Tulungagung, Selasa (14/1).Peningkatan kualitas itu dipengaruhi Negara Jepang dan Hong Kong yang menerima TKI eks- Singapura. Yumar mengatakan, tahun lalu Disnakertrans mengirimkan 900 orang TKI dan TKW eks Singapura yang menjadi pekerja rumah tangga (PRT) menjadi tenaga ahli di negara – negara tersebut.

“Negara seperti Jepang dan Hong Kong itu sekarang menerima TKI eks Singapura untuk menjadi tenaga ahli di sana. Ada yang bekerja di rumah sakit, dan perkantoran lainnya. Mereka tidak perduli lulusannya apa yang penting eks Singapura lalu bisa bahasa Inggris,” kata Yumar.

Yumar berharap, tahun ini lebih banyak TKI atau TKW warga Tulungagung yang dikirim menjadi tenaga ahli. Masalahnya, sebanyak 260 ribu pengangguran di Tulungagung lulusan SMP ke bawah, itu menjadi pekerjaan tersendiri bagi Disnakertrans.

“Masalah kita pengangguran lulusan SMP ke bawah ingin gaji yang tinggi. Solusinya jadi TKI, tapi kita inginnya mereka bisa menjadi tenaga ahli bukan hanya PRT. Kita siapkan uji kompetensi, dan pelatihan – pelatihan khusus untuk meningkatkan kapasitas,” tandasnya.

Reporter Zayyin multazam sukri

Editor Achmad Saichu