Ribuan warga Desa Kaliboto Kecamatan Tarokan Kabupaten Kediri, kemarin (12/5) gruduk kantor Pemkab Kediri

Share this :

Informasi dan Berita Koran Memo Seputar Kediri Nganjuk Pare Blitar Tulungagung Madiun |

Kades Kaliboto | Berita Kediri

Ribuan warga Desa Kaliboto Kecamatan Tarokan Kabupaten Kediri, kemarin (12/5) gruduk  kantor Pemkab Kediri. Mereka menuntut, Bupati Kediri Hj. Haryanti Sutrisno untuk memecat Suwoko dari jabatannya sebagai Kades Kaliboto dan menindak tegas Satirin Kepala BPMPD (Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Perangkat Desa).

Massa berangkat dengan diangkut 50 truk, bus dan minibus serta ratusan sepeda motor. Puluhan baner bernada hujatan terhadap Woko yang bertindak mesum dengan warganya di Desa Kalirong Kecamatan Tarokan.

        Warga meminta agar Bupati Kediri segera memecat Woko dari jabatanya selaku Kepala Desa Kaliboto. Dan 21 Mei mendatang Pemkab Kediri harus sudah memutuskan bahwa Woko harus lengser dari Jabatanya sebagai Kepala Desa Kaliboto Kecamatan Tarokan.

Pada tanggal yang ditentukan tersebut adalah final lengsernya Suwoko selaku kepala Desa Kaliboto. Jika tidak mereka mengancam akan datang lagi dengan massa yang lebih banyak lagi.

Permintaan warga yang tidak kalah penting adalah tentang prilaku pejabat yang notabene bawahan Bupati yakni Satirin yang telah melecehkan seorang kyai Kaliboto bernama KH Halim Muchtar. Warga meminta Bupati Kediri untuk  memberi sanksi tegas pada Satirin karena selain telah melecehkan seorang Kyai, Satirin juga telah melakukan penistaan terhadap agama Islam.

Kedatangan ratusan warga ini diterima oleh sejumlah pejabat Pemkab Kediri diantaranya Sutrisno Kepala Isnpektorat, Asisten Pemerintahan, Kabag Pemerintahan, Kabag Hukum dan anggota Komisi A DPRD Kabupaten Kediri.

        Kedua belah pihak berembug cukup alot dan berlangsung hampir dua jam. Saat pertemuan digelar, beberapa perwakilan warga terus melakukan aksi orasi di depan ratusan anggota polisi yang berjaga. Sempat terjadi keteganggan ketika massa merangsek masuk hingga teras Kantor Bupati.

        Namun aksi tersebut berhasil diatasi dengan mediasi petugas agar massa mundur dan akhirnya dituruti. Sementara warga yang emosi sempat melubangi, meludahi dan menginjak-injak  poster Woko.

        Sumarsono koordinator aksi menyebutkan tuntutan warga hendaknya diperhatikan. Sesuai keputusan rapat 21 Mei adalah keputusan final bahwa Woko harus berhenti dari jabatanya dan ini tidak bisa ditawar lagi.

        “Jika tidak, kami akan datang lagi ke Pemkab Kediri dengan massa yang lebih besar lagi. Proses kita lalui sesuai prosedur dan pemberhentian kepala desa. Sedangkan untuk Satirin nanti ada sanksi tersendiri dari Pemkab Kediri terkait ucapanya yang menyudutkan tokoh masyarakat,tokoh agama di Desa Kaliboto,” jelasnya.

Sutrisno Kepala Inspektorat mengatakan tuntutan warga akan ditindak lanjuti dan didalami. Satirin juga akan diperiksa pada 30 hari kedepan untuk memastikan apa yang dilakukan sehingga memicu kemarahan warga.

”Untuk perkembanganya kita lihat saja nanti dan kita sudah berkoordinasi dengan Polres Kediri Kota. Saat ini masih kita proses lebih detil.Kasus Satirin juga akan kita dalami” ujarnya.(bak)

Follow Untuk Berita Up to Date