Ribuan Pelaku Usaha Mikro Ajukan Permohonan Bantuan

Share this :

Kediri, koranmemo.com – Sebagai upaya mendukung program Pemulihan Ekonomi Nasional, Kementerian Koperasi dan UKM Republik Indonesia berinisiatif untuk memberikan bantuan bagi para pelaku usaha mikro. Adapun besaranya bantuan tersebut mencapai 2,4 juta per pelaku usaha dan akan dicairkan menunggu kebijakan dari pemerintah pusat.

Ini sebagai bentuk kedulian pemerintah kepada pelaku usaha mikro yang ekonominya terdampak Covid 19. Terkait hal ini tercatat ada 6000 pelaku usaha mikro di Kabupaten Kediri yang mengajukan permohonan untuk mendapatkan bantuan tersebut. Ke 6000 pelaku usaha mikro ini merupakan binaan Pemkab Kediri utamanya Diskopusmik (Dinas Koperasi dan Usaha Mikro) Kabupaten Kediri.

Syaifudin Zuhri Plt Kepala Diskopusmik Kabupaten Kediri melalui Ibnu Imad Sekretaris Diskopusmik Kabupaten Kediri mengatakan, program ini merujuk pada Peraturan Menteri Koperasi dan UKM Nomor 06 Tahun 2020 Tentang Pedoman Umum Penyaluran Bantuan Pemerintah bagi Pelaku Usaha Mikro untuk Mendukung Pamulihan Ekonorni Nasional dalam Rangka Manghadapi Ancaman yang Membahayakan Perekonomian Nasional serta Penyelamatan Ekonomi Nasional pada Masa Pandemi Covid-19.

“Untuk pendaftaran tahap pertama adalah 24 Agustus hingga 28 Agustus. Sedangkan dalam minggu ini Diskopusmik Kabupaten Kediri membuka kembali pendaftaran gelombang ke 2 dan dimulai Kamis (3/9) hingga Selasa (8/9). Bagi mereka yang belum mendaftar di gelombang pertama bisa mendaftar digelombang ke dua ini. Karenanya data dari pelaku usaha haruslah lengkap,” ujarnya.

Mantan Camat Ringinrejo ini menambahkan, yang mendaftar ini adalah pelaku usaha di Kabupaten Kediri yang aktif melakukan kegiatan usaha. Utamanya untuk aset di bawah Rp 50 juta dan omsetnya Rp 300 juta per tahun. Pelaku usaha juga tidak sedang menerima kucuran dana dari bank.

“Kita pastikan melalui data yang kita teliti pelaku usaha adalah nasabah dengan simpanan kurang dari Rp 2 juta. Karena sasarannya seperti hal tersebut dan rekening bisa diusulkan. Nantinya sesuai petunjuk teknis, di Kementerian Koperasi akan diferifikasi lagi dan ada pembersihan data,” jelasnya.

Kemudian dilakukan cek lagi apakah pelaku usaha ini memang benar-benar rekeningnya sesuai dan tidak pernah menerima bantuan dari manapun. Yang terpenting adalah ber KTP warga Kabupaten Kediri dan dalam pengajuan usaha dengan maksud menambah modal. Namun persyaratan lainya adalah dengan NIB/IUMK/PIRT/SIUP surat dari desa dan mengetahui pihak kecamatan.

Reporter Bakti Wijayanto

Editor Achmad Saichu