Revisi Jumlah Kematian Akibat Corona, China Tetap Dituding Sembunyikan Sesuatu

Beijing, koranmemo.com – Pemerintah China melakukan revisi terhadap jumlah kematian di Wuhan dan menambahkan 1.290 kematian di Wuhan. Perubahan jumlah kematian ini meningkatkan jumlah kematian di Wuhan sekitar 50 persen dari data sebelumnya. Dengan begitu, jumlah kematian di Wuhan secara keseluruhan mencapai 3.869 kematian.

Jumat (17/4), Pemerintah China mengumumkan, dengan tambahan jumlah kematian tersebut, jumlah kematian di China juga meningkat hingga 39 persen menjadi 4.632 kematian. Terkait revisi ini, pemerintah setempat mengatakan, hal ini terjadi karena China sangat kewalahan pada awal peningkatan jumlah kasus corona. Sehingga ada sejumlah kasus yang tidak tercatat dengan baik dan terlewatkan.Petugas kesehatan yang keteteran dan jumlah alat tes corona yang terbatas merupakan penyebab utama dalam kesalahan laporan yang ada. Selain itu, sejumlah pasien juga meninggal dunia di rumah dan kematiannya tidak dilaporkan dengan tepat.

Sebelumnya, banyak pemimpin negara yang meragukan data mengenai kasus corona di China, termasuk asal dari virus ini. Mereka juga menekan agar China bisa bersikap transparan dan menginformasikan semua yang mereka ketahui tentang virus ini.

Hasil penelitian yang ada, virus Covid-19 yang telah menyebabkan pandemi corona ditularkan dari kelelawar kepada manusia. Namun, hal itu sepertinya masih belum cukup untuk memuaskan sejumlah pemimpin negara. “Kami ingin menanyakan tentang dari mana virus ini berasal dan mengapa virus ini tidak bisa langsung dihentikan sebelumnya,” ujar Menteri Luar Negeri Inggris, Dominic Raab dikutip dari AFP.

Seiring dengan keraguan yang dikatakan oleh Raab, Presiden Prancis, Emmanuel Macron mengatakan, menganggap China telah berhasil menangani pandemi dengan baik adalah suatu yang naif. “Jelas ada hal-hal yang telah terjadi tapi kita tidak mengetahuinya,” ujarnya.

Reporter: Ahmad Bayu Giandika

Editor: Achmad Saichu