Residivis Simpan 2 Ribu Dobel L

Share this :

Kediri, koranmemo.com – Bagus Tri Gunarso (29) kembali mendekam di balik jeruji besi Polres Kediri, Selasa (15/11). Pria asal Kelurahan Pare, Kecamatan Pare ini ditangkap karena mengedarkan sediaan farmasi tanpa izin jenis dobel l. Dia mengaku tergiur keuntungan yang diberikan dari hasil menjual dobel l. “Tersangka merupakan seorang residivis. Dia ditangkap tahun 2014 dan divonis selama 15 bulan oleh Pengadilan Negeri Kabupaten Kediri,” ungkap Kasubbag Humas Polres Kediri AKP Bowo Wicaksono.

Penangkapan ini merupakan tindak lanjut dari informasi masyarakat mengenai peredaran pil koplo yang dilakukan Bagus. Pada tahun 2015 tersangka keluar dari Lembaga Pemasyarakatan karena kasus yang sama.

Namun berjalannya waktu dan himpitan ekonomi, Bagus kembali mengedarkan dobel l. Informasi tersebut disampaikan ke tim buser Satnarkoba Polres Kediri. Petugas melakukan serangkaian penyelidikan dan mengumpulkan bukti-bukti permulaan.

Sekitar pukul 10.30 WIB petugas melakukan penggerebekan di rumah Bagus. Tim buser menggeledah kamarnya dan menemukan 2.000 butir dobel l yang disembunyikan di meja kamarnya. Tersangka dan barang bukti kemudian dibawa ke Mapolres Kediri untuk penyidikan lebih lanjut.

Kepada penyidik Bagus mengaku jika barang tersebut dibelinya dari seorang berinisial B. Untuk 1.000 butir dobel l, Bagus membelinya dengan harga Rp 200.000. Kemudian pil tersebut dijualnya kembali dalam paket 100 butir dengan harga Rp 100.000. “Dengan demikian tersangka meraup keuntungan sebesar Rp 800.000 tiap menjual 1.000 butir dobel l,” terang AKP Bowo.

Hal tersebut diakui Bagus saat ditemui di Mapolres Kediri, Kamis (17/11). Dia mengaku penghasilan dari membuat kotak buah sangatlah sedikit jika dibandingkan dengan keuntungan yang didapatnya dari transaksi dobel l. Uang yang didapatnya digunakan untuk keperluan sehari-hari. “Untungnya banyak jadi saya tergiur kembali menjual dobel l ini selain bekerja membuat kotak buah,” akunya. (ram)