Residivis Penjambret HP Dibekuk, Sasarannya Pengendara Motor Perempuan

Kediri, koranmemo.com – Wahyu Kurniawan (31) warga Jalan Trunojoyo RT 02/RW 01 Desa Ngujang Kecamatan Kedungwaru Kabupaten Tulungagung, residivis pencuri telepon genggam kembali berulah. Namun anggota Satreskrim Polres Kediri Kota berhasil menangkap pelaku di rumahnya setelah mencuri di 7 tempat.

Kapolres Kediri Kota, AKBP Anthon Haryadi mengatakan, petugas melakukan penyelidikan setelah pelaku beraksi yang ke tujuh, dengan korban Galuh Liliani (25) warga Kelurahan Ngronggo Kecamatan Kediri Kota. “Pelaku padahal baru bebas tanggal 11 Januari lalu. Tapi dia sudah berani melakukan aksinya kembali, dan tercatat ada 7 titik tempat kejadian perkara,” jelasnya, saat ditemui koranmemo.com, Senin (18/3)

Sebelumnya, pelaku pernah mendekam di Lembaga Permasyarakatan Kabupaten Tulungagung selama dua tahun, dengan kasus yang sama yaitu pencurian. Setelah dibebaskan secara bersyarat, pelaku mengulangi aksinya di Jalan Kapten Tendean Kota Kediri sebanyak satu kali. Di simpang empat Jimbun Kecamatan Ngadiluwih Kabupaten Kediri, ia melakukan tiga kali pencurian.

Masih merasa kurang, pelaku kembali melakukan aksinya di Jalan Raya Kediri – Tulungagung di sekitar lokasi Pabrik Gula Ngadirejo sebanyak dua kali. “Aksinya ini, yang satu berhasil, dan yang satu lagi gagal. Tapi, si pelaku ini, kembali berulah di sekitar Jembatan Kras Kabupaten Kediri dan berhasil mengambil telpon genggam pengendara yang melintas,” tuturnya.

Pelaku, lanjutnya, melakukan aksinya sekitar pukul 20.00 WIB sampai pukul 21.00 WIB, sasarannya para pengendara perempuan dengan cara membuntuti lalu memepet korban. Setelah korban mengurangi kecepatan kendaraan, pelaku dengan cepat mengambil telepon genggam yang berada di dasbor depan sepeda motor. Dia sudah mengincar calon korbannya terlebih dahulu, jika dirasa aman dan lokasi dinilai sepi, pelaku langsung melancarkan aksinya.

Fari keterangan pelaku yang sudah beristri dan dikaruniai satu orang anak itu, hasil penjualan telepon genggam tersebut digunakan untuk kebutuhan sehari – hari. Laki – laki yang sehari – hari sebagai penjual online ini, mengaku sisa hasil kejahatannya disimpan untuk keperluan lain. Meskipun aksinya terbilang nekat, beruntung tidak menimbulkan korban jiwa.

Reporter : Okpriabdhu Mahtinu
Editor : Achmad Saichu