Residivis Penipuan Asal Pesantren Ditangkap Satreskrim Polresta Kediri

Share this :

Kediri, koranmemo.com — Seorang residivis tindak kejahatan ditangkap personel Satreskrim Polresta Kediri, Minggu (16/8) sekitar pukul 03.30 WIB. Pelaku warga Kelurahan Jamsaren Kecamatan Pesantren Kota Kediri, AY (39) alias Andri.

Kasubbag Humas Polresta Kediri, AKP Kamsudi menjelaskan, awalnya Safarudin berniat menjual kendaraan miliknya sepeda motor merk Honda Vario melalui media sosial Facebook.

Kemudian, lanjutnya, pada Kamis, 8 Mei 2020 Safarudin menerima pesan di messenger Facebook atas nama akun ‘Rombengan Aji Parah’. “Akun milik pelaku tersebut menanyakan apakah unit yang dijual oleh korban masih ada atau sudah terjual,” ujarnya, Minggu (16/8).

Kemudian, kata AKP Kamsudi, antara Safarudin dan Andri melanjutkan komunikasi melalui WhatsApp (WA). “Tepatnya pada Jumat, 29 Mei 2020, pelaku datang ke rumah korban bersama seorang laki-laki yang mengaku bemama Nur Wakid,” tuturnya.

“Setelah terjadi tawar-menawar, muncul kesepakatan harga sebesar Rp 6 juta. Dikarenakan pada saat itu pelaku tidak membawa uang tunai, kemudian pelaku mengajak korban dan Nur Walid untuk mengambil uang di ATM,” imbuhnya.

Dijelaskan, setelah selesai mengambil uang di ATM, Andri mengajak Safarudin ke rumah Nur Wakid. Sesampainya di rumah Nur Wakid, Andri pamit untuk mencoba kendaraan milik Safarudin tersebut.

Namun, setelah ditunggu selama 30 menit, Andri tidak kembali. “Kemudian korban mencoba untuk mencari namun tidak menemukanya. Korban dan Nur Wakid selaku saksi melaporkan kejadian tersebut ke Polresta Kediri,” jelasnya.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Koranmemo.com, diduga pelaku merupakan residivis di wilayah hukum Polresta Kediri. Ini berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap Andri bahwa tahun 2006 terlibat kasus penipuan atau penggelapan sepeda motor sesuai Pasal 372 atau Pasal 378 KUHP serta tahun 2009 terlibat kasus pencurian dengan pemberatan HP sesuai Pasal 363 KUHP.

Reporter : Okpriabdhu Mahtinu

Editor : Achmad Saichu