Residivis Curas Ditembak Polisi

Pernah Mendekam di Penjara Selama 10 Tahun

Jombang, Koran Memo – Supriadi alias Kentir (31) warga Dusun Nglundo Desa Candimulyo Kecamatan Jombang, Rabu (10/2) malam, tumbang setelah kakinya diterjang timah panas senapan milik anggota tim buru sergap Satreskrim Polres Jombang. Polisi terpaksa melepaskan tembakan ke arah Supriadi lantaran berusaha melarikan diri ketika disergap polisi, karena menjadi buronan dalam kasus pencurian disertai kekerasan (curas).

Suyitno, turut diringkus lantaran menjadi penadah hasil kejahatan Supriadi (agung/memo)

Informasi dari kepolisian menyebut, tersangka melakukan aksi kejahatan terakhir di Dusun Kayen Desa Morosunggingan Kecamatan Peterongan, Sabtu (30/1) sekitar pukul 19.30 WIB. Saat itu ia berhasil menggasak ponsel android merek Mito milik korbannya.  Tidak hanya Supriadi, polisi juga menangkap penadah hasil kejahatan, yakni Suyitno alias Putu (36) warga Dusun / Desa Kepuhkembeng Kecamatan Peterongan.

“Tersangka merupakan residivis kasus pencurian dengan disertai kekerasan akhir Januari lalu. Karena hendak kabur saat ditangkap, tersangka kita tembak kakinya,” ujar Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Jombang, AKP Wahyu Hidayat, kepada Koran Memo, Jumat (12/2).

Wahyu menjelaskan, tersangka dikenal sudah lama malang melintang di dunia kejahatan. Kasus terbesarnya adalah perampasan sepeda motor di tepi jalan Desa Plosogeneng belasan tahun silam. Dalam kasus itu, Kentir sempat memukul korbannya dengan balok kayu hingga tewas. Atas perbuatannya, dia diganjar hukuman 10 tahun penjara.

Belum lama keluar dari penjara, tersangka kembali membuat ulah. Dia kembali melakukan aksi penjambretan di enam TKP (tempat kejadian perkara). Dia tertangkap lagi saat menjambret tas milik ibu-ibu di kawasan Tambakberas Jombang. Sebagai ganjaran atas perbuatannya, dia dijebloskan ke penjara selama 2,5 tahun dan bebas tahun 2015. Baru bebas beberapa waktu, tersangka kembali beraksi hingga akhirnya takluk setelah diterjang timah panas polisi.

“Tersangka Supriadi dijerat pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan disertai kekerasan dengan ancam maksimal 9 tahun penjara. Sedangkan Suyitno dijerat pasal 480 KUHP tentang penadah barang curian,” pungkas Wahyu. (ag)