Rencana Protokol Kesehatan Liga Indonesia, Persik Sanggup Rapid Test

Share this :

Kediri, koranmemo.com – Menyisakan waktu kurang lebih 2 bulan sebelum penyelenggaraan Liga 1 yang direncanakan awal Oktober nanti, beberapa wacana protokol kesehatan telah disampaikan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Dalam talkshow Corona oleh Satgas Covid-19 bertema ‘Kapan Liga-liga Olahraga Bergulir Kembali?’, Rabu (29/7), Sekjen Kemenpora Dewa Broto menjelaskan pemain harus melakukan tes swab atau PCR sebelum berkompetisi di Liga 1.

Menanggapi hal tersebut, Media Officer Persik Kediri, Anwar Bahar Basalamah  masih belum bisa berkomentar banyak karena belum ada surat resmi dari PSSI mengenai Protokol Kesehatan yang harus dilaksanakan oleh klub. “Kalau wacana kemarin hanya rapid test, kami sudah melakukan rapat terkait rencana tersebut, dan klub bisa menyanggupi jika harus rapid test. Tapi kalau test swab atau PCR jika menjadi syarat saya belum bisa menjawab karena belum dibahas dalam rapat persiapan,” katanya.

Untuk diketahui, pada talk show tersebut, Sekjen Kemenpora menyampaikan, karena potensi kontak fisik dalam olahraga sepakbola cukup tinggi, tes swab harus dilakukan pada seluruh pemain. Dia menyebut tidak menggunakan rapid test karena persentase keakuratannya tidak 100 persen. Selain itu jika covid-19 tidak terdeteksi dari rapid test, berjalannya liga akan terganggu jika ada yang dinyatakan positif Covid-19 .

Selain itu, klub juga harus berkoordinasi dengan Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 daerah. Sebab ketika ada penularan dalam kompetisi sepakbola, daerah memiliki wewenang untuk melakukan anulir terhadap jalannya kompetisi.

Baca Juga: Pengembangan Situs Patirtan Brumbung Menjadi Kawasan Wisata Budaya

Baca Juga: Bawaslu Kabupaten Kediri Temukan Puluhan Pelanggaran

Kemenpora sendiri menyadari olahraga tidak hanya sepakbola memiliki dampak berganda pada orang yang menggantungkan ekonomi pada bidang ini. Tapi disisi lain penularan Covid-19 harus diwaspadai karena pandemi masih belum berakhir.

Menunggu protokol kesehatan dari PSSI atau operator kompetisi, Media Officer Persik menyebut masih belum bisa mendatangkan pemain kembali ke mess karena belum ada teknis resmi. “Kalau protokol kesehatan resmi dari PSSI sudah turun pasti kami langsung mendatangkan pemain yang berada di luar daerah. Memang kondisinya demikian, jadi kalau ada surat resmi mungkin persiapan tim jadi agak mepet,” tutupnya.

Reporter :Dhita Septiadarma

Editor : Achmad Saichu