Relokasi Pasar Pon, Terapkan Rekayasa Lalin 

Share this :

Trenggalek, koranmemo.com – Rekayasa lalu lintas (lalin) menuju tempat relokasi pedagang Pasar Pon mulai diterapkan. Rekayasa lalin itu dengan mengubah beberapa rambu larangan menuju tempat relokasi pedagang Pasar Pon di Terminal MPU Kabupaten Trenggalek. Rekayasa lalu lintas itu akan diubah sewaktu-waktu menyesuaikan kondisi relokasi pasca adanya aktivitas pedagang.

Agus D Karyanto, Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kabupaten Trenggalek menyebut, saat ini pihaknya sudah memberlakukan larangan kendaraan roda empat melintas dari arah barat ke timur di sebelah jalan toko alga. Sebelumnya, di lokasi itu terpasang rambu larangan kendaraan melintas baik roda dua maupun roda empat.“Mulai hari ini kita sudah melakukan perubahan rambu atau rekayasa lalu lintas di ruas jalan alga. Karena sekarang pasar direlokasi ke MPU, untuk memudahkan masyarakat menuju pasar mulai hari ini untuk R2 diperbolehkan melintas dari barat ke timur,” jelasnya saat dikonfirmasi.

Perubahan rekayasa lalin tak hanya terjadi di sebelah jalan toko alga. Di pertigaan utara Kantor Pengadilan Negeri Kabupaten Trenggalek juga terpasang rambu larangan melintas dengan batas waktu yang ditentukan bagi pengendara yang melintas dari arah timur ke barat.

Dalam rambu tersebut terpasang tidak boleh melintas dari arah timur ke barat mulat pukul 07.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB. “Kalau Perempatan Basuki itu tetap satu arah, dari timur tetap belok lewat pengadilan. Karena itu kalau kita ubah menjadi dua arah, untuk kembali pada satu arah lagi kita repot untuk sosialisasi,” jelasnya.

Agus tak menampik rekayasa lalin bakal diubah sewaktu-waktu menyesuaikan perkembangan kondisi pasar. Termasuk, pindahnya lokasi sementara bagi puluhan kendaraan MPU yang sebelumnya berada di terminal.

“Mungkin kita lihat saja, kalau pasar sudah pindah ke bangunan baru, kalau nanti kajian kami semua kendaraan tidak boleh masuk kami kembalikan. Kalau memang nanti kami kaji R2 tetap bisa melintas di selatan alga dari barat ke timur kami berlakukan selamanya, tergantung hasil dari kajian juga setelah pasar kembali ke bangunan yang baru,” katanya.

Sembari menunggu proses revitalisasi Pasar Pon berlangsung, puluhan kendaraan MPU rencananya akan dipindah. Namun dia mengaku belum mengetahui secara pasti kapan puluhan mobil angkutan penumpang umum itu bakal dipindah.

“Untuk MPU kalau pedagang sudah dipindahkan ke tempat relokasi, baru MPU kita pindahkan ke depan alga atau menempati badan jalan yang sebelah utara. Nanti bersamaan, pedagang masuk ke relokasi pasar, MPU kita alihkan ke depannya alga,” ujarnya.

Dengan adanya rekayasa lalin itu, pihaknya meyakini aktivitas pasar tidak akan mengganggu jalannya lalu lintas di lokasi tersebut. Karena berdasarkan perencanaan, bongkar pasang muatan barang akan dilakukan di eks Kantor Dispendukcapil.

”Bongkar pasang rencana kami ditetapkan di eks bangunan Dispendukcapil itu, sesuai keterangan dari Komidag rencana mau diratakan. Kalau terjadi krodit maka akan kami lakukan rekayasa lalin ulang, kami kaji ulang melihat situasi dan kondisi,” pungkasnya.

Reporter Angga Prasetya
Editor Achmad Saichu