Rekontruksi Pembunuhan SPG

36 Adegan Diperagakan

Surabaya, koranmemo.com – Hampir dua minggu lamanya, akhirnya Unit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya melakukan rekontruksi kasus pembunuhan terhadap Yayuk (18) warga Dusun Cungkup Kelurahan Bacem Kecamatan Sutojayan Kabupaten Blitar, yang tinggal di Jl Kalibadar no.17 Taman Sepanjang Sidoarjo.

Diketahui, korban merupakan seorang SPG Matahari Royal Plaza yang dibunuh oleh Eglileliyas alias Aldo (18) warga Dukuh Menanggal dan Clin Dogan alias Clinton (18) warga Jl Keputih Surabaya, pada 19 Desember 2016 lalu.

Dengan pengawalan yang ekstra ketat dari aparat kepolisian, kedua tersangka mulai memperagakan satu demi satu adegan. Sebanyak 36 adegan yang diperagakan. Dalam rekontrusi ini, dimulai dari tersangka menjemput korban di rumah sampai TKP (tempat kejadian perkara) korban dibunuh.

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Shinto Silitonga, menggungkapkan, diadakannya reka ulang atau rekontruksi peristiwa pembunuhan ini adalah untuk menambah petunjuk lain untuk menambah barang bukti yang ada. “Dari rekontruksi ini kita bisa mendapat petunjuk lain untuk menambah bukti-bukti yang ada,” jelas Shinto, Senin (9/1).

Perwira asal Medan ini juga mengatakan, rekontruksi pembunuhan korban dilakukan di tiga tempat, di antaranya di Dukuh Menanggal sebanyak dua kali dan di Jembatan Rolak Gunungsari.

“Dari adegan ini apa yang dialami oleh korban merupakan perencanaan oleh kedua tersangka. Bahkan tersangka sangat mudah mengunakan senjata tajam dan tidak berprikemanusiaan menikam leher korban di adegan rekontruksi yang ke 27 dan selanjutnya membuang korban ke sungai,” pungkasnya.

Dari 36 adegan rekontruksi yang diperagakan tersangka ini penyidik dapat meyakinkan para tersangka melakukan pembunuhan secara berencana. “Jaksa penuntut bisa dengan mudah bisa menyatakan sempurna. Motif tersangka adalah teman dekat korban dan ada rasa suka tapi hubungan dimanfaatkan untuk menguasai harta korban,” tukas Shinto. (tom)

Follow Untuk Berita Up to Date