Razia Tempat Kos, Satpol PP Kota Kediri Jaring 3 Pasangan Bukan Suami Istri

Kediri, koranmemo.com – Petugas Satpol PP Kota Kediri menjaring tiga pasangan bukan suami istri. Dua pasangan terjaring di salah satu tempat kos yang berada di Kelurahan Bangsal Kecamatan Pesantren Kota Kediri, Rabu (9/10) sekitar pukul 11.00 WIB. Satu pasangan lainnya, terjaring razia di Kelurahan Kaliombo Kecamatan/Kota Kediri, Selasa (8/10) sekitar pukul 23.00 WIB.

Menurut Kabid Trantibumas Satpol PP Kota Kediri, Nur Khamid, razia dilaksanakan bersama Tiga Pilar Kecamatan Pesantren, petugas menyasar beberapa tempat untuk memeriksa izin. “Sementara ini, dari hasil pemeriksaan yang dilakukan, pemilik kos belum mempunyai izin. Nanti kami akan memberikan surat untuk datang ke kantor,” jelasnya.

Dalam pemeriksaan izin baik izin pengelolaan dan izin mendirikan bangunan (IMB), petugas menjaring dua pasangan di lokasi yang berbeda namun kedua pasangan ini berada di dalam kamar dengan kondisi pintu tertutup. Mengetahui hal tersebut, petugas meminta penghuni kos segera menunjukkan identitas diri.

Ternyata, identitas mereka tidak ada yang sama meskipun salah satu pasangan mengaku sudah tinggal bersama karena sudah menikah. Merasa ada yang janggal, kedua pasangan tersebut akhirnya dibawa ke kantor Satpol PP untuk menjalani pemeriksaan dan pendataan lebih lanjut.

Dari hasil pemeriksaan, diketahui mereka berinisial BP (25) laki-laki asal Kecamatan Ngasem Kabupaten Kediri dengan EE (31) perempuan asal Kecamatan Ngunut Kabupaten Tulungagung dan ED (22) perempuan asal Kecamatan Baron Kabupaten Nganjuk dengan BL (26) laki-laki asal Kecamatan Gunung Anyar, Surabaya.

BP mengaku kepada petugas, dia ke tempat kos EE untuk memberikan uang pesanan popok, karena sedang promo. Dia ingin membelikan popok pesanan adiknya yang baru melahirkan, BP mengaku hanya berteman dengan EE. Sebelumnya juga pernah bekerja di tempat yang sama, sebagai sales salah satu produk makanan.

Kepada petugas, EE mengaku sudah menikah, namun sudah pisah beberapa tahun terakhir sehingga untuk memenuhi keperluannya dia bekerja. Setelah bekerja sebagai sales makanan, dia pindah sebagai sales popok di salah satu supermarket di Kota Kediri. EE selama ini hanya berteman dan tidak mempunyai hubungan dengan BP.

Sementara itu, pasangan ED dan BL mengaku sudah menikah siri, kurang lebih satu setengah tahun terakhir. Dalam waktu 1,5 tahun terakhir itu, mereka memilih belum melakukan prosesi nikah lantaran ED masih menempuh pendidikan dan mendapat program beasiswa sehingga belum melangsungkan pernikahan.

Namun, petugas menyangkan keduanya tidak segera menikah secara sah baik secara agama maupun hukum. Karena, ED saat ini dalam keadaan hamil, usia kandungan kurang lebih 5 bulan. “Kalau pihak kampus tahu tidak masalah, yang penting dalam administrasi belum menikah,” ucap ED.

Sementara untuk pasangan yang terjaring razia petugas, Selasa (8/10) malam, diketahui berinisial RFN (22) perempuan asal Kecamatan Kedung Waru Kabupaten Tulungagung dengan NF (19) laki-laki asal Kelurahan Kaliombo Kecamatan/Kota Kediri. “Mengapa kami sering melakukan razia, tujuannya untuk meminimalisir kenakalan remaja dan indikasi mengarah ke tindak asusila,” imbuh Nur Khamid.

Reporter : Okpriabdhu Mahtinu
Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date