Razia Kos Dapat Sabu

Share this :

Jombang, koranmemo.com – Petugas gabungan dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemerintah Kabupaten Jombang, polisi, dan TNI kembali menggelar razia yustisi atau kependudukan di beberapa tempat kos, Senin (19/12). Kali ini sasarannya adalah tempat kos di Lingkungan Kwijenan Kelurahan Jelakombo Kecamatan Jombang.

Hasilnya, petugas menyita sabu-sabu sebanyak empat klip kecil dari saku celana penghuni kos berinisial DD (14), asal Lingkungan Kwijenan Kelurahan Jelakombo Kecamatan Jombang. DD kemudian diangkut petugas untuk dimintai keterangan bersama dua temannya yang sedang berada di tempat kos berinisial MAS (14) asal Jalan Wersah Kelurahan Kepanjen Kecamatan Jombang dan AS (14), warga Kelurahan Jelakombo Kecamatan Jombang.

Pantauan di lokasi, petugas gabungan merazia tempat kost di dua kelurahan, yakni Kepanjen dan Jelakombo. Dalam razia di lingkungan Kwijenan Kelurahan Jelakombo. Saat di tempat kost milik warga berinisial As, petugas mendapati tiga pelajar SMP sedang berkumpul.

Saat menggeledah kamar, petugas semula hanya menemukan botol shisha ukuran besar. Penggeledahan dilanjutkan dan petugas kembali menemukan botol shisha modifikasi dari botol bekas minuman keras impor.

Tak puas sampai disitu, penggeledahan dilanjutkan hingga akhirnya petugas menemukan bong atau alat hisap sabu ukuran kecil dari bahan botol plastik. Mendapati barang-barang yang dicurigai itu kemudian petugas memeriksa pakaian yang dikenakan tiga pelajar tersebut.

Dari saku celana DD, petugas kemudian menemukan sejumlah uang dan 6 plastik diduga berisi sabu-sabu dari saku kanan celana yang dikenakan. Setelah diperiksa, ternyata 4 plastik masih berisi diduga sabu-sabu. Sedangkan 2 plastik lainnya sudah tidak ada isinya alias kosong. Dari temuan tersebut, petugas memutuskan mengamankan tiga pelajar beserta barang bukti yang ditemukan ke kantor Satpol PP. “Kita menemukan barang diduga sabu sebanyak empat plastik dari saku kanan celana salah satu anak yang kami amankan,” kata Ali Arifin, Kabid Trantib Satpol PP Jombang usai razia.

Selain itu, lanjut Arifin, petugas juga mengamankan obat pronicy sebanyak 9 butir, uang Rp 105 ribu, obat non flaming satu kapsul, dua bungkus rokok, dua buah telepon genggam serta sepeda motor Satria nopol S 5008 ZA serta Honda Supra nopol S 3499 WO. “Selanjutnya, kami akan menyerahkan kasus ini kepada pihak kepolisian untuk ditindaklanjuti berdasarkan barang bukti yang kami temukan,” ujar Arifin.

Kasat Reskoba Polres Jombang, AKP Hasran menambahkan, pihaknya akan menindaklanjuti temuan barang bukti dari razia tersebut. Ia pun membenarkan dugaan sabu-sabu yang diamankan dari DD. “Memang diduga kristal sabu-sabu, pengakuan yang bersangkutan sebelumnya ada sepuluh plastik. sudah laku enam per plastik dihargai Rp 300 ribu. Ini tinggal empat yang ada di saku celananya,” jelasnya.

Hasran menduga, kemungkinan ada pelaku lain sehingga pihaknya akan melakukan penyelidikan lebih lanjut. “Masih kita kembangkan. Kemungkinan ada pelaku lain,” tandasnya.

Sementara, DD kepada petugas mengaku barang tersebut dari pamannya berinisial As yang juga pemilik rumah kos. Bahkan sudah satu tahun dirinya menjual barang haram tersebut. “Sudah setahun saya jual kepada orang-orang. Kalau sudah laku nanti mendapat persenan. Uang hasil penjualan, hanya untuk beli jajan saja,” ujar DD kepada awak media di kantor Satpol PP. (ag)