Razia Gabungan, Amankan Satu Pasangan dan Ratusan Petasan

Kediri, koranmemo.com – Petugas Satpol PP Kota Kediri bersama TNI-Polri melakukan razia gabungan, untuk memantau keamanan, ketentraman, dan ketertiban umum. Dalam razia ini yang menjadi sasaran adalah penjual petasan dan kembang api, rumah kos, hotel dan penginapan serta penjual minuman keras (miras) di wilayah Kecamatan Pesantren, Kota Kediri.

Pada Senin (27/5) pukul 20.50 WIB, petugas melakukan pemeriksaan terhadap penjual petasan dan kembang api yang berada di Jalan Hos Cokro Aminoto, Jamsaren. Dari beberapa penjual, petugas menyita ratusan petasan dari dua pemilik lapak.

Di lapak milik Nuri, petugas menyita petasan merek Colour Smoke Kuning 10 biji, Smoke Tiga 5 biji, Raja Kera 9 biji, Happy Bitz 11 biji, dan Happy Suit 24 biji, dengan total 59 biji petasan berbagai ukuran. Sedangkan di lapak milik Tasripah, petugas menyita 69 petasan dengan merek Colour Smoke kuning 54 biji dan Colour Smoke merah 15 biji.

“Petasan ini menimbulkan daya ledak, kalau tiba-tiba ada anak-anak yang bermain petasan tanpa ada pengawasan, pasti akan menimbulkan korban luka. Bahkan, bisa menimbulkan korban jiwa seperti yang terjadi beberapa hari lalu di Kabupaten Kediri,” jelas Kabid Trantibumas Satpol PP Kota Kediri, Nur Khamid, Selasa (28/5).

Setelah melakukan pemeriksaan kepada pemilik lapak dan penjual petasan, petugas melanjutkan razia dengan sasaran Hotel dan tempat kos di Kecamatan Pesantren.

Saat melakukan pemeriksaan di Hotel Sentral yang berada di Letjen Sutoyo Kota Kediri, petugas memberikan imbauan terkait perizinan yang sudah habis masa berlakunya dan belum di perpanjang (diperbarui).

Untuk pengunjung yang datang, tidak ditemukan pelanggaran baik yustisi maupun tindakan yang mengarah ke asusila. Namun, petugas akan memberikan surat peringatan, apabila pemilik maupun manajemen hotel tidak segera mengurus surat izin usaha. Bahkan, jika tetap membandel, akan dilakukan penutupan sementara.

Petugas yang kembali melakukan pemeriksaan di salah satu rumah kos yang berada di Jalan Sersan Sukandar Kelurahan Betet Kecamatan Pesantren. Selain tidak dilengkapi surat izin usaha, tempat kos yang mempunyai 10 kamar tersebut, petugas menjaring satu pasangan yang berada di dalam kamar dengan kondisi pintu yang tertutup.

Setelah dilakukan pemeriksaan, ternyata pasangan tersebut bukan pasangan suami istri. Diketahui, pasangan tersebut berinisial RA (39) laki-laki asal Desa Bangkok Kecamatan Gurah Kabupaten Kediri dengan IK (27) perempuan asal Kelurahan Burengan Kecamatan Pesantren Kota Kediri.

Pasangan tersebut dibawa ke kantor Satpol PP Kota Kediri untuk proses pemeriksaan lebih lanjut. Selain itu, petugas juga melakukan pendataan serta pembinaan, dengan harapan mereka tidak mengulangi tindakan tersebut. Mereka juga membuat surat pernyataan, dan apabila terjaring kembali, akan diberikan sanksi seperti pembinaan di barak.

Reporter : Okpriabdhu Mahtinu

Editor : Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date