Rayakan Ultah Dengan Pesta Miras, Diperkosa 8 Orang

Share this :

Jombang, koranmemo.com – Dampak negatif akibat menenggak minuman keras (miras) benar-benar terbukti. Salah satunya memicu aksi pemerkosaan yang dilakukan 8 pemuda terhadap Mawar (14) warga Jombang, Sabtu (21/4) sekitar pukul 21.30 WIB.

Dari sini, petugas Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Jombang berhasil menangkap 5 pelaku. Sedangkan 3 pelaku lainnya masih buron.

“Yang telah kita tangkap antara lain OYV (17) pengangguran, asal Desa Kertorejo Kecamatan Ngoro, SHM (15) pelajar, MZA (16) pelajar, dan RR (15) pengangguran, ketiganya dari Desa Badang Kecamatan Ngoro dan MFH (18), warga Dusun Godong Desa Genukwatu Kecamatan Ngoro,” papar Kapolres Jombang, AKBP Fadli Widiyanto, saat rilis kasus, Kamis (26/4).

Dijelaskan, terungkapnya kasus pemerkosaan ini bermula dari laporan ibu korban di Unit PPA Satreskrim Polres Jombang. Setelah melakukan visum serta meminta keterangan korban, polisi akhirnya berhasil mengantongi identitas para pelaku asusila tersebut.

Dari sini, tim opsnal satreskrim bergerak melakukan pelacakan hingga akhirnya berhasil menangkap 5 dari total 8 pelaku. Selanjutnya petugas melakukan pemeriksaan mendalam terhadap ke-lima pelaku.

“Dari pemeriksaan terungkap jika aksi bermula dari salah satu pelaku hendak merayakan ulang tahun (ultah). Mereka mengakui jika dalam merayakan ultah terlebih dahulu menenggak miras oplosan,” paparnya.

Dalam kondisi terpengaruh miras, lanjutnya, para pelaku yang masih berusia belasan tahun itu kemudian nekat menyetubuhi korban yang sebelumnya dijemput oleh salah satu pelaku.

“Ada yang bertugas memegangi tangan, ada yang bertugas memegangi kepala korban. Mereka bergantian melakukan pemerkosaan terhadap korban. Salah satu pelaku juga mengancam korban dengan berkata Kalau Kamu Tidak Mau Menuruti Saya, Nanti Kamu Saya Perlakukan Kasar,” tandasnya.

Dikatakan, dari penangkapan ke-lima pelaku, polisi juga menyita sejumlah barang bukti diantaranya, botol bekas 1.500 mili dengan segel warna merah, botol bekas anggur 500 cap kim hoa, pakaian korban saat kejadian serta dua unit sepeda motor jenis matic.

“Para pelaku kami jerat dengan pasal 81 UU RI Nomor 35 Tahun 2014 jo Pasal 82 UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara,” pungkasnya.

Reporter: Agung Pamungkas

Editor: Achmad Saichu