Rayakan Hari Kartini: Istri Pejabat Menangis, Ada Apa?

Share this :

Sidoarjo, koranmemo.com – Para istri atau ibu-ibu pejabat Sidoarjo nonton bareng (Nobar) film Kartini dengan judul JELITA SEJUBA “Mencintai Kesatria Negara” di gedung bioskop Platinum Cineplex Sun City Sidoarjo, Selasa, (24/4/2018).

Mereka tergabung dalam Persatuan Istri Forkopimda Kabupaten Sidoarjo. Kegiatan tersebut dalam rangka memperingati Hari Kartini dan juga sebagai bahan refleksi bagi wanita di Indonesia dalam mengenal perjuangan sosok RA. Kartini.”Menjadi istri seorang abdi negara haruslah kuat dan sabar. Sebab, mereka lebih mengutamakan urusan negara dibanding keluarganya,” ungkap Istri Wakil Bupati Sidoarjo, Ny. Ida Nur Achmad Syaifuddin usai menonton bareng film yang dibuat oleh Ray Nayoan itu.

Dikatakan, RA. Kartini adalah sosok wanita tangguh yang patut dijadikan teladan bagi wanita di Indonesia. “Tak terkecuali bagi istri abdi Negara,” cetus Ida Nur Achmad

Tampak hadir juga istri dari Ketua DPRD Sidoarjo, Fitrianti Nurmawan, istri Dandim 0816 Sidoarjo, Eny Fadli Mulyono, dan istri Kapolresta Sidoarjo, Ika Himawan Bayu Aji.

Usai menonton, raut muka para istri pejabat tampak masih terlihat sedih. Hal itu juga dialami istri Dandim 0816 Sidoarjo, Ny. Eny Fadly Mulyono.

Dirinya mengaku beberapa kali mengusap air mata yang menetes. Alasannya, saat ini dimana dirinya menjadi istri seorang tentara langsung. Bisa dikatakan harap-harap cemas.

Dikatakan, rasa gelisah, khawatir dan lain-lain seakan menyelimuti hari-harinya dikala melihat sang suami menjalankan tugas negara.

“Sebagai istri tentara harus rela menjadi istri kedua, karena sesungguhnya yang menjadi istri pertamanya adalah senjata. Artinya tugas negara yang utama,” terangnya.

Lebih jauh Ny. Eny Fadly Mulyono mengatakan, para istri dari abdi negara dituntut untuk selalu memberikan dukungan terhadap suami dalam menjalankan tugas negaranya.

“Banyak yang tidak tahu pejuangan hidup para istri prajurit, ketika mereka harus berjarak dengan suami yang sedang bertugas, mereka harus berperan menjadi kepala keluarga. Segala kegelisahan dan kekhawatiran harus dipendam dalam-dalam agar tidak menggoyahkan konsentrasi para suami,” paparnya.

Film “Jelita Sejuba” diperankan oleh Putri Marino, Wafda Saifan Lubis, Aldi Maldini, Yayu Unru, Nena Rosier dan Abigail. Film yang berdurasi 105 menit ini mengisahkan tentang perjuangan anggota TNI-AD yang sedang ditempatkan di Natuna. Ia seorang istri tentara yang sedang hamil.  Dirinya mengalami pergulatan batin karena berbagai persoalan dalam hidup. Ibunya sakit, dan ada sejenis tumor di dinding rahimnya.
Hingga akhirnya, sang prajurit (Suami) gugur dalam perjuangannya.

Reporter: Yudhi Ardian
Editor: Achmad Saichu