Ratusan Siswa SD Saling ‘Unjuk Gigi’ di Pentas PAI

Kediri, koranmemo.com — Ratusan siswa-siswi SD sederajat baik Negeri maupun swasta di Kota Kediri, saling ‘unjuk gigi’ di hadapan para juri di Local Education Centre (LEC), Jalan Penanggungan Kota Kediri, Rabu (27/11) pagi. Mereka berkumpul mengenakan kostum serta membawa peralatan musik seperti rebana, keyboard, dan beberapa ada yang membawa alat musik tradisional.

Menurut Kasi Kurikulum dan Peserta Didik Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Kediri, Afando Okta Bahar, siswa membawa berbagai peratalatan dan alat musik untuk persiapan mengikuti Pentas Keterampilan dan Seni Pendidikan Agama Islam (Pentas PAI) 2019. “Dalam Pentas PAI ini ada lima bidang lomba, yaitu Musabaqah Hifdzil Quran (MHQ), Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ), Rebana, Pildacil, dan Kaligrafi,” ujarnya.Kegiatan lomba ini, lanjutnya, memang khusus bertema PAI dengan harapan siswa mengenal dan memahami bahwa Islam juga mempunyai kesenian yang tinggi. Kelima bidang lomba sudah populer serta sering ditemui di masyarakat. “Harapannya kan para siswa ini mengetahui apa yang mereka inginkan sesuai dengan kemampuan dan keterampilannya masing-masing,” imbuhnya.

Afando menilai, dalam perlombaan ini banyak siswa kelas rendah (kelas I, II, dan III) yang sudah mahir menggunakan alat musik. Selain mahir memainkan alat musik, tidak sedikit dari siswa ini sudah mampu membaca ayat-ayat alquran menggunakan irama atau seni membaca alquran (MTQ). Bahkan, siswa kelas rendah juga sudah mahir dalam bidang lomba MHQ.

Persyaratan tidak hanya diberikan kepada para peserta, sambungnya, tapi para juri juga diberlakukan beberapa syarat. “Jadi, syarat dari juri ini harus hafal satu juz. Juri akan membacakan penggalan ayat dan peserta diminta untuk meneruskan, baik bait setelahnya atau bahkan sebelumnya dan ini memerlukan kedisiplinan serta kemampuan untuk menghafal alquran,” ucapnya.

Dalam bidang lomba MHQ, kata Afando, ada misi yang menjadi tanggung jawab siswa sebagai generasi penerus bangsa. Karena, para peserta ini selain menghafal ayat-ayat suci alquran, diharapkan mereka bisa menjaga kemurnian ayat-ayat tersebut. “Anak-anak yang hafal alquran, dikemudian hari mereka tidak mudah lupa sehingga kemurnian alquran tetap terjaga,” katanya.

Afando mengimbau, melalui Pentas PAI ini pihak sekolah dapat memasukkan atau menambahkan program Pentas PAI ke dalam proses kegiatan belajar mengajar (KBM). Selain anak dapat menyalurkan bakat dan minatnya, mereka juga mendapat pengarahan serta bimbingan dari pihak sekolah sehingga potensi yang dimiliki dapat maksimal.

“Kegiatan ini menjadi agenda tahunan, untuk saat ini tingkat Kota, nanti akan ada lagi jenjang perlombaan yang lebih tinggi. Bisa provinsi atau nasional yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama (Kemenag), jadi cakupannya luas,” pungkasnya. (Adv)

Reporter : Okpriabdhu Mahtinu
Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date