Ratusan Orang di Kota Kediri Terserang HIV, Ini Langkah Komunitas HIV/AIDS

Kediri, koranmemo.com — Ratusan orang dari komunitas, instansi, dan kader peduli HIV/AIDS berkumpul di Taman Brantas, Kota Kediri, Minggu (1/12) pagi. Mereka melakukan orasi serta memberikan imbauan kepada masyarakat untuk ikut serta dalam pencegahan HIV di Kota Kediri.

Karena, tanggal 1 Desember bertepatan dengan peringatan hari AIDS sedunia. Kegiatan yang dilakukan ini juga sebagai bentuk upaya mengedukasi masyarakat dan pengguna jalan yang melintas di sekitar Taman Brantas. Mengingat, sepanjang tahun 2019 mulai Januari sampai September, di Kota Kediri tercatat ada 185 orang terserang HIV.Menurut Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) Kota Kediri, Suhartono, fenomena HIV/AIDS di Kota Kediri cukup kompleks, karena tren tiga tahun terakhir mengalami peningkatan penemuan kasus. “Jika diibaratkan itu seperti gunung es ya, kelihatannya kecil, tapi sebenarnya besar. Begitu pula dengn kasus HIV ini, kinerja teman-teman yang meningkat juga sebanding dengan penemuan kasus orang yang terserang HIV ini,” jelasnya.

Suhartono menjelaskan, HIV atau Human Immunodeficiency Virus adalah salah satu virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh. Virus ini sangat berbahaya jika sudah menyerang manusia, apabila sudah menyebar dapat mengakibatkan seseorang mengalami Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS). Di mana, seseorang tersebut mudah terserang berbagai macam bibit penyakit.

Sebenarnya, kata Suhartono, AIDS dapat dicegah jika HIV dideteksi sedini mungkin. HIV sendiri dapat menyerang melalui empat cara, di antaranya melalui air mani, cairan vagina, darah, bahkan melalui air susu ibu (ASI). “Jadi tidak menutup kemungkinan kalau bayi sekalipun dapat terserang HIV. Misalnya si ibu yang terserang HIV memberikan ASI kepada bayinya,” ucapnya.

Untuk penularan melalui darah, lanjutnya, dapat terjadi saat kedua orang menggunakan jarum suntik yang sama maupun tranfusi darah dengan catatan salah satu dari mereka sudah terserang atau membawa virus HIV. Namun, yang paling jauh terjadi adalah melalui air mani maupun cairan vagina. “Ini yang harus diperhatikan, terutama perilaku atau kebiasaan seks bebas,” imbuhnya.

Fenomena HIV ini, sambungnya, harus menjadi perhatian semua pihak, termasuk masyarakat karena tidak menutup kemungkinan mereka juga sebagai orang dengan resiko tinggi (risti) terserang HIV. Meskipun kesadaran masyarakat saat ini mulai meningkat tentang permasalahan HIV, namun bentuk pencegahan harus dilakukan.

Reporter : Okpriabdhu Mahtinu
Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date