Ratusan Massa Geruduk Pemkab, Desak Pecat ASN Terlibat HTI

Share this :

Nganjuk,¬†koranmemo.com – Ratusan orang yang tergabung dalam “Forum Komunikasi Warga Nganjuk Berdaulat” geruduk kantor Pemerintah Kabupaten Nganjuk, Selasa (15/8) pagi. Kedatangan massa guna mendesak Pemda setempat untuk mendukung langkah pemerintahan pusat dalam memberantas Ormas (organisasi masyarakat) terlarang, salah satunya dengan memecat ASN (Aparatur Sipil Negara) yang terlibat dalam aktivitas HTI (Hizbut Tahrir Indonesia).

Dalam aksinya, massa membawa bendera merah putih, poster, banner, serta petisi yang menyuarakan aspirasinya. Massa yang tergabung dalam forum tersebut menyatakan mendukung penuh pemerintah Indonesia menerbitkan Perppu (peraturan pemerintah pengganti undang-undang) No. 2 tahun 2017 tentang perubahan atas undang-undang No. 17 tahun 2013 tentang Ormas.

“Karena dalam melaksanakan Perpu tersebut setidaknya masyarakat akan mendapatkan pengayoman, menerapkan kebangsaannya, kenusantaraan, bhineka tunggal ika, berkeadilan, ketertiban, dan kepastian hukum,” teriak orator dalam aksi.

Djulianto, salah satu demonstran dalam orasinya menyampaikan keprihatinan atas sikap DPR (Dewan Perwakilan Rakyat) yang tidak segera menyetujui dan mencabut Perppu No. 2 tahun 2017 tentang perubahan atas UU No. 17 tahun 2013 tentang Ormas untuk ditetapkan menjadi undang-undang dalam tahun anggaran 2017.

“Kami menuntut Pemkab Nganjuk yang dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya ada PNS (Pegawai Negeri Sipil) atau ASN terlibat dalam pergerakan HTI secara langsung maupun tidak langsung segera dilakukan investigasi dan bilamana terbukti langsung dapat dilakukan pemecatan dengan tidak hormat,” teriaknya.

Setelah menggelar aksi di halaman Pemkab Nganjuk, massa bergeser ke kantor DPRD setempat untuk meminta pihak dewan selalu sigap dalam melaksanakan fungsi pengawasannya terhadap Pemda Kabupaten Nganjuk.

Reporter : Andik Sukaca

Editor: Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.