Ratusan Buruh Pabrik Geruduk Balai Desa Kedungrejo, Tuntut Desa Cabut Somasi

Nganjuk, koranmemo.com – Ratusan buruh Pabrik PT.Kapasari, Dusun Barong Desa Kedungrejo Kecamatan Tanjunganom Kabupaten Nganjuk, menggeruduk kantor desa setempat, Jumat (16/8) pagi. Massa yang tergabung dalam “Gerakan Buruh Menggugat” mendesak Sujarwo, Kepala Desa Kedungrejo, untuk mencabut somasinya ke pihak pabrik lantaran merugikan para buruh.

Pantauan Koranmemo.com, beberapa minggu ini PT. Kapasari sempat sepi karena menghentikan proses produksinya. Namun pagi ini kembali ramai oleh para pekerjanya. Pekerja yang terdiri dari para wanita muda ini tidak melanjutkan aktivitas seperti biasanya, melainkan berkumpul untuk menuntut haknya kembali bekerja.

Mereka berkumpul sejak pukul 08.00 WIB di pabrik PT Kapasari dan melanjutkan aksinya berjalan beramai-ramai secara tertib menuju Balai Desa Kedungrejo.

Drs. Agus Frihannedy, M.Si selaku Kepala Disnakerkop & UKM Kabupaten Nganjuk dan Agus selaku Kasat Intel Polres Nganjuk berusaha mendinginkan massa. Mereka berusaha menyelesaikan di tempat dengan berjanji akan memediasi perwakilan buruh, tujuannya agar aksi demo tidak sampai keluar pabrik. Namun usahanya gagal, akhirnya buruh tetap longmarch menuju kantor Balai Desa Kedungrejo guna menyampaikan tuntutan kepada Kades Sujarwo.

Neneng Maria Ulfa, Korlap “Gerakan Buruh Menggugat” menyampaikan tuntutannya dalam satu bendel surat yang inti isinya agar mereka para buruh dapat kembali bekerja secara aman dan kondusif. “Meminta Kades Sujarwo mencabut somasi yang isinya mau menutup pabrik dan tidak ada tindakan intimidasi kepada buruh. Jadi kita menyampaikan surat tuntutan saja biar kami cepat bekerja, soalnya sudah tiga minggu lalu tidak kerja,” ujarnya.

Sementara itu, Kades Sujarwo menjawab tuntutan massa dengan menjelaskan bahwa tutupnya PT. Kapasari hanya salah paham saja. Menurutnya, ini kesalahpahaman saja. Ia menyebut penyebab ditutup karena tidak ada order dan tidak ada stok. “Tidak ada keterlibatan desa dengan Kapasari, karena MoU saja,” tegasnya.

Disinggung perihal latarbelakang somasi, Sujarwo menerangkan bahwa ada tuntutan warga pada PT. Kapasari untuk kembali pada MoU yang ada. “Ada ketersinggungan warga yang mendaftar menjadi sekuriti, namun akhirnya tidak diterima, malah memasukkan orang luar,” paparnya.

Mengenai surat somasi yang dilayangkan ke pihak pabrik, Kades Sujarwo membantah itu bukan dari pihak desa, melainkan perwakilan melalui paguyuban warga. Namun ia membenarkan jika ada tanda tangan kepala desa beserta kepala dusun. “Selaku kepala desa kan harus mengetahui kegiatan warganya,” tandasnya.

Menyikapi tuntutan dari massa, akhirnya pihak pemerintah desa mencabut somasi yang dilayangkan ke pihak pabrik. Pihak desa memastikan tidak ada lagi intimidasi maupun tindakan yang merugikan para buruh. Usai menyerahkan surat tuntutan ke pihak pemerintah desa, massa membubarkan diri dengan tertib.

Reporter Andik Sukaca
Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date