Rangsang Geliat Kampung Wisata Dibantu Rp 10 Juta 

Share this :

Blitar, koranmemo.com – Kampung wisata di Kota Blitar benar-benar terdampak pandemi Covid-19. Pendapatannya pun merosot tajam lantaran sepi pengunjung.

Hal ini membuat Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Blitar pun turun tangan.  Disparbud memberikan stimulus berupa bantuan uang sekitar Rp 10 juta untuk kampung wisata.

“Jumlah kampung wisata di Kota Blitar 23 lokasi, tetapi yang aktif hanya 10 saja. Nah, 10 ini akan mendapatkan stimulus bantuan,” kata Tri Iman Prasetyono, kepala Disparbud Kota Blitar, Minggu (2009).

Menurut Tri, bantuan senilai Rp 10 juta itu setidaknya bisa merangsang agar kampung wisata tersebut kembali beraktivitas di era.

Selama ini, kampung wisata itu berawal dari kampung kreatif. Bahkan, hampir di sejumlah kelurahan punya ikon kampung wisata. Seperti Kampung Batok di Kelurahan Tanjungsari, Kampung Afrika di Kelurahan Sentul, kampung wisata batik di Kelurahan Turi, Kampung wisata kendang di Kelurahan Sentul  dan lain sebagainya. Tetapi akibat corona, aktivitas berhenti total.

Baca Juga: Pelestarian Budaya Lokal Wayang Topeng Malang di Kampung Budaya Polowijen

Tri menambahkan lagi, saat ini beberapa pengelola mulai bangkit, meski harus terseok-seok. Karena sesuai dengan aturan pelaku usaha wisata bisa buka jika bisa atau sudah menerapkan protokol kesehatan.

“Prinsipnya, kampung wisata sudah boleh buka. Tapi tetap dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Karena di kampung wisata, tingkat kemungkinan penyebaran Covid-19 juga tinggi,” ujarnya.

Baca Juga: Tingkatkan Kampung Tangguh, Bagini Cara Polres Blitar Gelar Peringatan Hari Polwan

Tri menargetkan, bantuan stimulus itu bisa terealisasi Oktober mendatang. Saat ini dinas masih berkutat pada pendataan dan sosialisasi di lapangan.

Reporter: Abdul Aziz Wahyudi

Editor: Della Cahaya