Racik Jamu Tradisional dengan Air Hujan, Warga Lamongan Ditangkap

Lamongan, koranmemo.com РShodik (60) warga Desa Tukerto Kecamatan Deket Kabupaten Lamongan akhirnya ditangkap Satreskrim Polres Lamongan, pada Kamis (5/3), lantaran meracik jamu dan mengedarkannya tanpa dilengkapi dokumen perizinan.

Polisi sebelum melakukan penangkapan terhadap pelaku, rupanya mendapatkan temuan jika terdapat minuman kebugaran/suplemen yang beredar di masyarakat luas dengan harga miring yakni Rp 4000/per botol.Awalnya, petugas mencurigai ketika menemukan minuman jamu tradisional tanggal kedaluwarsanya tercatat 30 Februari. Padahal tanggal tersebut tidak ada. Akhirnya polisi melakukan penyelidikan hingga menangkap pelaku.

“Dalam kurun waktu satu bulan pelaku bisa meracik 900 jamu yang dikemas dalam botol ukuran kecil bermerk 3 daun. Parahnya lagi setelah dilakukan penggeledahan di rumahnya ditemukan berbagai alat sederhana untuk mengoplos ramuan,” kata AKBP Harun, S.I.K.,S.H dalam Konferensi Pers, Kamis (5/3).

Yang lebih miris lagi, tambah Harun, salah satu bahannya itu adalah air hujan. Setelah mengemas, pelaku mendistribusikan produknya ke beberapa wilayah yang ada di Lamongan. “Petugas mencurigai ketika tanggal kedaluwarsanya sangat janggal,” ungkap Harun.

Dalam keterangannya, Harun menegaskan disaat penggeledahan di rumah produksi tersangka ditemukan 227 botol jamu pegal linu dengan merk 3 daun yang siap edar, 508 botol belum siap edar, 90 botol kosong, 205 tutup botol dan 1 drum plastik warna biru yang berisi bahan jamu.

Ditambahkannya, pelaku meracik jamu pegal linu tersebut dengan mencampur semua bahan menjadi satu di dalam drum plastik biru dengan air hujan yang telah di tadahnya, kemudian dipanaskan sampai mendidih dan diaduk rata, setelah itu didiamkan.

“Akibat perbuatannya pelaku dikenakan pasal 197 dan 196 UU no. 36 tentang kesehatan. Barangsiapa yang mengedarkan atau memproduksi sediaan farmasi dan atau alat kesehatan yang tidak memiliki izin edar terancam pidana paling lama 15 tahun penjara,” ungkap Harun.

Di tempat itu pula, Lukilia Fauziah seoarang apoteker dari Dinas Kesehatan menerangkan bahwa pelaku dalam meracik jamu tersebut mencampur 3 bahan yang seharusnya tidak boleh digunakan. “Dalam jamu tradisional tidak boleh terdapat campuran antalgin, vitamin B kompleks dan obat anti nyeri,” ujar Lukilia.

Kembali dikatakannya, jika seseorang yang mengkonsumsi jamu tersebut tidak merasa capek lantaran efek dari 3 bahan tersebut, namun jika jamu itu terus dikonsumsi dengan berlebihan maka dapat menyebabkan penyakit pada ginjal.

Reporter Fariz Fahyu

Editor Achmad Saichu