PUPR Survei Lokasi Ekskavasi Lanjutan Situs Brumbung

Share this :

Kediri, koranmemo.com – Kondisi lingkungan dengan tanah yang mengeras dan batu cadas yang berusia ratusan tahun akibat muntahan lahar dingin dan pergeseran sungai kuno di situs Brumbung tidak memungkinkan petugas melakukan ekskavasi dengan manual. Karenanya Dinas Pariwisata dan Budaya (Disparbud) Kabupaten Kediri menggandeng Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Kediri untuk melakukan ekskavasi.

Koordinasi dengan DPUPR dengan maksud menggali dengan alat berat untuk melakukan ekskavasi lanjutan. Dengan harapan petugas arkeolog dari Balai Pelestari Cagar Budaya (BPCB) Provinsi Jawa Timur mengetahui secara utuh kondisi di lingkungan Patirtan Kuno di Dusun Kebonagung Desa Brumbung Kecamatan Kepung ini.

Witjaksono Nugroho Arkeolog BPCB Provinsi Jawa Timur menjelaskan saat ini petugas PUPR koordinasi dan BPCB untuk melakukan ekskavasi di lahan yang belum digali ini dan memungkinkan adanya temuan baru. Karena pada ekskavasi pertama dengan peralatan manual sudah dipastikan temuan Patirtan Kuno dengan empat Jaladwara yang masih mengucurkan air normal.

“Kami berharap ekskavasi dengan alat berat ini bisa menjawab teka-teki adanya temuan baru yang masih mengkait dengan Patirtan kuno ini. Kita harapkan lebih hati-hati dalam ekskavasi dan kami pandu untuk pada awal ekskavasi dan kita ingin tahu sebenarnya situs yang masih satu rangkaian dengan Patirtan kuno ini,”ujarnya.

Yuli Murwantoko Kabid Sejarah dan Purbakala Disparbud Kabupaten Kediri menyampaikan adanya ekskavasi dengan alat berat ini memang disikapi serius Pemkab Kediri utamanya Disparbud Kabupaten Kediri. Hal ini dikarenakan adanya situs yang belum ditemukan dan perlu terus digali yang terkait dengan Patirtan.

“Bisa jadi yang tengah masih ada lagi yang ditemukan karena di samping kanan diri sudah ada empat Jaladwara. Kita berharap ada temuan baru yang menjadikan sejarah baru di Kabupaten Kediri. Namun yang perlu diperhatikan eskavasi dengan alat berat perlu ektra hati-hati,” ujarnya.

Sementara petugas survei lokasi dari DPUPR Kabupaten Kediri menjelaskan, bisa jadi di atas temuan Situs Patirtan dan dengan jalan dijadikan tanggul terlebih dulu. Dengan maksud jika ada air hujan tidak mengalir ke area Patirtan dan airnya menggerus sekitar lokasi. Pastinya ekskavasi alat berat dilakukan dalam dua hari ini.

“Memang perlu koordinasi dan survei lokasi terkait kondisi alam dan medan yang ada di sekitar lokasi. Kami harus ektra hati-hati melihat kondisi yang sekarang. Dalam eskavasi dengan alat berat ini kita harapkan benda-benda purba yang ditemukan tetap utuh,” katanya.

Reporter Bakti Wijayanto
Editor Achmad Saichu