Puluhan Warga Munjungan, Wadul ke Dewan Tentang Kartani

Share this :

Trenggalek, koranmemo.com – Puluhan Warga Desa Masaran, Kecamatan Munjungan datang ke kantor DPRD Trenggalek untuk mengadukan permasalahan kartani (kartu tani). Para warga ini mengaku justru merasa diberatkan dengan kebijakan dari adanya kartu tani ini, Selasa (22/9).

Sumoto, perwakilan warga mengaku, kebijakan kartani baik jika semua petani sudah memiliki kartu ini. Tapi karena masih banyak yang belum punyak, kartani ini justru menyulitkan. “Bagi petani yang belum dapat kartu tani, tidak bisa ambil pupuk bersubsidi. Kan justru menyulitkan,” kata Sumoto.

Sumoto menjelaskan, selama ini kebutuhan pupuk untuk per kelompok tani sebanyak sepuluh ton, dengan masing – masing kelompok tani terdata lahannya seluas 2 hektare.  Tapi karena ada yang belum mendapat kartani, maka ada kelompok tani yang belum bisa mendapatkan pupuk.  Padahal, ini sudah memasuki musim tanam.

Puluhan Warga Munjungan, Wadul ke Dewan Tentang Kartani 2
Ketua Komisi II DPRD Trenggalek Pranoto mengatakan, jika semua memahami prosesnya, mereka bisa mendapatkan kartani. Namun mungkin mereka tidak tahu apa saja syarat untuk mendapatkan kartu tersebut.

Baca Juga: Komisi II DPRD Trenggalek Evaluasi Kinerja BUMD

Pihak legislatif memaklumi dengan keadaan ini, sehingga dibuat kebijakan dengan mendata masing – masing anggota kelompok tani secara manual bagi yang tidak memiliki kartu tani. Setelah terjadi terdata pupuk akan segera dikirim ke Munjungan dalam tenggang waktu 2 sampai 3 hari.

“Dalam waktu dekat, mereka bisa mendapatkan kartu tani dan pupuk bisa dikirim oleh distributor ke Munjungan,” pungkasnya.

Reporter : Dias Ahmad Farid

Editor      : Della Cahaya