Puluhan Tiang PJU Dirobohkan, Warga Berharap Segera Dapat Ganti

Share this :

Tulungagung, koranmemo.com – Puluhan tiang penerangan jalan umum (PJU) di Dusun Jati Desa Kedungcangkring Kecamatan Pagerwojo dirobohkan. Warga setempat berharap jalanan yang berkelok dan menanjak itu segera mendapatkan ganti lampu penerangan. Pasalnya, jalan tersebut sangat penting bagi lalu lintas warga baik kepentingan ekonomi, maupun untuk mengantar anak sekolah.

Salah satu warga bercerita jika lampu tersebut awalnya didirikan oleh mantan kepala desa yang saat ini terpilih menjadi anggota DPRD dari fraksi Gerindra, Basroni. Pemasangan dilakukan sebelum pemilihan legislatif. Kebetulan waktu itu, Desa Kedungcangkring juga mengadakan pilihan kepala desa. Suyadi terpilih menjadi kades, sedangkan Seniwati istri Basroni tidak terpilih.

“Yang merobohkan itu orang-orangnya dia. Tidak tahu pasti kepentingannya apa,” kata salah satu warga yang enggan disebutkan identitasnya itu, Rabu (8/1).

Salah satu warga lainnya tidak ingin polemik tiang lampu penerangan itu berkepanjangan. Warga berharap kepada kades saat ini segera mencari solusi agar jalanan yang melintasi bukit dan jurang itu segera mendapatkan lampu penerangan.

“Sangat penting, buat kerja atau mengantar anak sekolah. Apalagi sekarang sudah musim penghujan, jalanan itu gelap belum lagi licin saat hujan turun,” katanya.

Sementara itu, Suyadi Kades Kedungcangkring saat ditemui di Kantor Desa mengaku, sudah koordinasi dengan perangkat desa serta tokoh masyarakat. Selain itu, pihaknya juga segera mengajukan bantuan kepada Pembakit Jawa Bali (PJB), Pembangkit Tenaga Listrik (PJT), serta dinas terkait di Kabupaten Tulungagung. Pasalnya, jalan tersebut merupakan salah satu akses menuju tempat wisata Waduk Wonorejo.

“Saya juga akan menyesuaikan prosedur yang ada, saya akan musyawarah dengan PLN atau dinas tata kota,¬†untuk rencana penerangan jalan ini. Tujuannya agar kedepan tidak terjadi permasalahan – permasalahan yang tidak kita inginkan,” katanya.

Melihat laporan anggaran desa tahun sebelumnya, Suyadi mengatakan, pemasangan lampu penerangan jalan yang saat ini dirobohkan itu tidak menggunakan dana dari desa. Pihaknya juga tidak mempermasalahkan perobohan tiang lampu penerangan tersebut.

“Kalau 10 lampu penerangan yang di atas (menuju waduk Wonorejo) itu dari PJB yang memasang, tapi yang berada di Dusun Jati itu saya lihat laporannya tidak menggunakan dana dari masyarakat. Sepertinya itu dana pribadi, jadi ketika mereka ambil kembali itu kami tidak mempermasalahkan karena memang milik mereka,” jelasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Basroni saat dikonfirmasi mengelak jika perobohan lampu penerangan jalan itu tidak berkaitan dengan Pilkades. Pencopotan itu lebih pada keselamatan pengguna jalan lantaran setelah terpasang lampu tidak terawat.

“Penyebabnya saat ini musim penghujan angin kencang, dan banyak kabel nempel di pohon. Tiangnya banyak yang roboh dan tidak ada yang membetulkan daripada mencelakakan warga saya copo saja,” katanya.

Reporter: Zayyin multazam sukri

Editor: Della Cahaya