Puluhan Petani di Nganjuk Kembalikan BLT Kementan

Share this :

Nganjuk, koranmemo.com – Merasa tidak berhak menerima, 28 petani di Desa Talang Kecamatan Rejoso Kabupaten Nganjuk, penerima bantuan langsung tunai (BLT) dari Kementrian Pertanian (Kementan), ramai-ramai mengembalikan bantuan.

Hal ini berbeda jauh dengan Lauji Kepala Desa Bajulan Kecamatan Loceret Kabupaten Nganjuk, serta Jogoboyo Samaun yang enggan mengembalikan BLT Kemntan dengan alasan daripada mubazir, lantaran merasa sebagai petani terdampak Covid-19.

Suparlan, Kepala Desa Talang mengatakan, di desanya ada 2 kelompok tani, dan sama-sama mengirimkan data petaninya kepada PPL. Namun sebelum data dikirim, diverifikasi terlebih dahulu.

“Data yang dikirim adalah dari petani yang mempunyai lahan 0,5 hektare ke bawah. Kita lakukan verifikasi karena petani yang punya lahan di atas itu, menganggap dirinya tak layak menerima bantuan,” ujarnya kepada koranmemo.com, Minggu (19/7/2020).

Setelah data dikirim ke petugas penyuluh lapangan (PPL), kata Suparlan, kemudian turun surat panggilan penerimaan BLT dari Kantor Pos pada Kamis (16/7/2020).

Keesokan harinya, Jumat (17/7/2020) petani yang akan menerima BLT dikumpulkan di balai desa setempat. “Saat musyawarah ini, ada 28 petani yang tidak mau mengambil BLT tersebut lantaran sebelumnya sudah menerima bantuan sosial lain dampak Covid-19,” urainya.

Dari 28 petani yang enggan menerima BLT itu, mereka di antaranya telah menerima bantuan dari BLT DD, Bansos Kemensos, provinsi, dan Bansos Kabupaten, program PKH, program BPNT, serta program BNBA Kemensos.

“Mereka dengan kesadaran sendiri mengembalikan bantuan tersebut agar dilimpahkan kepada orang yang benar-benar membutuhkan. Pengembalian bantuan itu disertai berita acara, dan surat pernyataan,” pungkasnya.

Reporter : Muji Hartono
Editor : Achmad Saichu