Puluhan KUPVA BB Diduga Ilegal

Share this :

Madiun, koranmemo.com – Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kediri mencatat, di Eks Karesidenan Kediri dan Madiun terdapat puluhan Kegiatan Usaha Penukaran Valuta Asing Bukan Bank (KUPVA BB) atau money changer diduga ilegal.

“Dari 87 money changer yang terpantau BI Perwakilan Kediri, hanya ada dua KUPVA BB resmi yang sudah mengantongi izin,” kata  Kepala Tim Sistem Pembayaran Pengelolaan Uang Rupiah dan Keuangan Inklusif (TSPPU-KI) BI Perwakilan Kediri, Beny Wicaksono.

Beny menghimbau agar KUPVA BB terkait segera mengurus izinnya ke BI. Hal ini sesuai Peraturan Bank Indonesia (PBI) No. 18/20/PBI/2016 dan SE No.18/42/DKSP perihal KUPVA BB.

“Jika sampai batas waktu, 7 April 2016, masih ada kegiatan usaha yang belum mengantongi izin, BI menyerahkan kepada aparat kepolisian untuk melakukan penindakan atau pencabutan izin usaha,” jelasnya.

Dari 87 KUPVA BB yang terpantau BI Perwakilan Kediri, khusus di eks Karesidenan Madiun ada 34 usaha Money Changer,tersebar di Kota/Kabupaten Madiun, Ngawi dan Ponorogo.

Editor : Juremi