Puluhan CTKI Gagal Berangkat, LPBK Korindo Dipolisikan

Ponorogo, koranmemo.com – Puluhan Calon Tenaga Kerja Indonesia ( CTKI), melaporkan Yatni Dirut (Direktur utama) Lembaga Pelatihan Bahasa Korea ( LPBK) Korindo, ke Polres Ponorogo, Senin (24/9). Pasalnya, Yatni diduga melakukan penipuan berkedok jasa pemberangkatan TKI ke luar negeri.

Dengan modus  membayar uang muka Rp 30 juta, Yatni mengaku bisa memberangkatkan mereka untuk bekerja di Korea dengan sistem magang. Sedikitnya  ada 40 CTKI mengaku menjadi korban dalam kasus ini.

Salah satu korban, Sunaini membeberkan, sejak 2016 mendaftar dan telah menyetorkan uang muka Rp 30 juta, hingga kini dirinya tidak kunjung diberangkatkan oleh LBPK Korindo yang berkantor di Jalan Budi Utomo Desa Mrican Kecamatan Jenangan itu.

Merasa ditipu ia dan 39 CTKI lainnya sepakat melaporkan kasus ini ke polisi.” Hari ini  kami melaporkan pak Yatni pimpinan LPBK Korindo Ponorogo ke Polres atas tuduhan penipuan. Soalnya sudah 3 tahun mendaftar tapi kami tidak juga diberangkatkan,” ujar warga Desa Prayungan Kecamatan Sawoo.

Sunaini mengungkapkan, saat  ditanyai terkait kapan pastinya ia terbang, wanita paruh baya ini tidak pernah mendapat jawaban yang jelas.  Ia meminta kembali uangnya yang telah disetorkan namun hanya diberi Rp 5 juta. ” Ditanyai kapan berangkat bilangnya secepatnya, tapi sampai sekarang tidak ada kejelasan. Kami minta uang kami dikembalikan,” akunya.

Senada dengan Sunaini, Dian Purnomo warga Desa Paringan Kecamatan Jenangan ini mengaku hanya mendapat janji -janji manis saat menagih uangnya yang telah disetorkan. Bahkan pihak Korindo berdalih juga menjadi korban penipuan karena orang mereka di Korea juga kabur setelah menerima uang CTKI.

” Cuman janji janji saja tapi tidak ada kepastian, uang saya Rp 30 juta juga tidak dikembalikan. Katanya kalau ditanyai juga jadi korban penipuan, kami sudah muak makanya kami laporkan soalnya berulang kali mediasi tidak ada kejelasan,” ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, Dirut LPBK Korindo Ponorogo Yatni belum bisa dikonfirmasi.

Reporter Zainul Rohman

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date