Puluhan Anak Nakes Masuk SMP Favorit

Share this :

Ponorogo, koranmemo.com – Perlakuan istimewa yang diberikan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo, kepada anak Tenaga Kesehatan (Nakes) Covid-19 dalam proses PPDB tahun ini, tampaknya tidak disia-siakan begitu saja.

Pasalnya, puluhan anak nakes ini tercatat masuk menjadi calon siswa di 7 SMP favorit yang ada di Ponorogo, melalui jalur khusus ini.

Hal ini dibenarkan, Kabid Pembinaan SMP Dindik Ponorogo Soiran. Ia mengatakan, dari 36 siswa Nakes Covid-19 yang mendapat fasilitas khusus pada jalur Afirmasi dalam PPDB tingkat SMPN tahun ini. 34 orang menjadi calon siswa di SMPN 1, 2, 3, 4, 5, 6 dan SMP Jetis yang merupakan sekolah favorit di Kota Ponorogo. Sedangkan 2 anak lainnya mendaftar di MTS dan SMP pinggiran.

Soeran menambahkan, kendati demikian tidak semua sekolah favorit yang dituju dapat menerima anak Nakes ini. Pasalnya bila pagu 5 persen jalur ini telah terpenuhi pada sekolah favorit yang dituju, maka siswa akan dialihkan untuk mendaftar ke sekolah favorit lain yang pagunya masih ada untuk jalur ini.

“Untuk jumlah per sekolah, kalo di SMPN 1 pagunya 288 sehingga untuk anak tenaga kesehatan 14. Kalo yang lain jumlah pagu yang ditetapkan 5 persennya untuk anak nakes. Jika siswa tidak memilih SMPN tersebut bisa memilih seluruh SMP Negeri se-Kabupaten Ponorogo bahkan termasuk di bawah naungan kementerian agama dalam hal ini Mtsn,” tambah Soiran.

Diketahui sebelumnya, menyambut turun levelnya Kabupaten Ponorogo dari zona merah covid-19, menjadi zona kuning covid-19 ini. Pemkab Ponorogo memberikan dispensasi kepada anak Tenaga Kesehatan ( Nakes) dan sopir ambulan Covid-19, dalam proses Pendaftaran Peserta Didik Baru ( PPDB) tingkat SD dan SMP tahun ajaran 2020/ 2021.

Hal ini disampaikan langsung oleh Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni, Ia mengatakan hal ini sebagai bentuk apresiasi dan ucapan terima kasih Pemkab Ponorogo, atas jasa mereka sebagai garda terdepan penanganan virus Corona di Ponorogo.” Kita berikan kuota 1 persen dalam PPDB tingkat SD dan SMP bagi mereka. Bebas memilih sekolah. Jadi kalau pagu SMP itu 8.000, 80 orang dari jalur ini,” ungkap Ipong, Jumat (12/6) lalu.

Reporter : Zainul Rohman
Editor : Della Cahaya