Puluhan Aktivis Mahasiswa Unjuk Rasa Tolak Revisi UU KPK

Share this :

Jombang, koranmemo.com – Puluhan aktivis mahasiswa lintas organisasi, melakukan aksi unjuk rasa di gedung DPRD Jombang, Senin (23/9) pagi. Aksi unjuk rasa mahasiswa ini dilakukan untuk menolak  terhadap rencana pemerintah merevisi UU KPK nomor 30 tahun 2002.

Sahdan, salah satu kordinator aksi dari organisasi GMNI Jombang menjelaskan, aksi turun jalan untuk menagih janji pemerintah agar memperkuat KPK dalam pemberantasan korupsi di Indonesia.

“Kita tidak terima karena RUU KPK itu melindungi Koruptor. Cabut RUU itu,” tegas Sahdan, Senin (23/9).

Menurut Sahdan, pemerintah harusnya mengetahui bahwa sudah banyak diberbagai daerah melakukan penolakan terhadap revisi UU KPK tersebut yang dianggap melemahkan KPK dalam menjalankan fungsinya.

“Ada lima tuntutan yang kami sampaikan pada DPRD Jombang, untuk disampaikan ke pemerintah pusat,” ungkap Sahdan.

Sementara itu, setelah beberapa saat berorasi secara bergantian, para mahasiswa ditemui oleh ketua DPRD Jombang terpilih, Mas’ud Zuremi.

Dalam pertemuan tersebut, Mas’ud menjelaskan bahwa pihaknya menerima aspirasi dari mahasiswa. “Ini tuntutan dari mahasiswa akan saya terima dan akan kami kirim melalui Faks (Faksimile) ke DPR RI. Mengingat ini adalah kewenangan DPR RI,” kata Mas’ud.

Selain itu, politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini juga menandatangani spanduk yang berisi tanda tangan untuk mendukung KPK dan menolak revisi UU KPK. “Sekali lagi aspirasi mahasiswa kami terima,” tutupnya.

Sementara itu, usai menyampaikan aspirasinya di DPRD Jombang, aliansi mahasiswa melanjutkan aksi serupa dengan berjalan kaki menuju gedung pemkab Jombang untuk menemui Bupati Jombang, dibawah pengawalan ketat polisi.

Aksi ini diikuti oleh mahasiswa berasal dari GMNI, HMI, KAMMI. Selain itu juga ada organisasi ISMA’U NTB, TAMARA dan IKTAMA.

Reporter: Agung Pamungkas

Editor Irwan Maftuhin