Pulang Kunker dari Daerah Terpapar Covid-19, Puluhan DPRD Tulungagung Jalani Tes

Share this :

Tulungagung, koranmemo.com – Sebanyak 41 anggota DPRD Kabupaten Tulungagung menjalani tes darah di RSUD dr Iskak Tulungagung, Selasa (24/3). Mereka melakukan pengecekan apakah terjangkit virus covid-19 atau tidak setelah pulang dari kunjungan kerja (kunker) dari daerah terpapar.

Kasi Informasi dan Pemasaran RSUD dr Iskak Tulungagung Moch. Rifai mengatakan cek darah ini merupakan permintaan dari DPRD untuk memastikan kesehatan para legislator. Sebab, sebelumnya mereka telah melakukan sejumlah kunjungan kerja di beberapa daerah yang menjadi daerah sebaran virus tersebut.

Namun karena rapid test COVID-19 belum datang, cek darah yang dilakukan kali ini hanya pemeriksaan dengan procalsitonin, yakni lebih memastikan apakah darah mereka terdapat bakteri atau virus. Jika ada, tentu akan ada pemeriksaan lebih lanjut, untuk mendapatkan pengobatan yang tepat.

“Virus itu macam-macam, seperti hepatitis, tetanus, dan sebagainya. Kalau khusus COVID-19, hingga sekarang alat rapid test dari pemerintah belum diterima. Begitu juga pengadaan sendiri juga belum datang,” ujarnya.

Sementara itu, Marsono, Ketua DPRD Tulungagung menerangkan, pemeriksaan medis yang dilakukan merupakan bentuk partisipasi. Para anggota dewan baru saja pulang dari kunker di daerah terpapar, seperti Yogyakarta, Gianyar-Bali, Semarang dan Klaten-Jawa Tengah, sehingga pemeriksaan kesehatan mutlak perlu dilakukan.

“Kami sadar profesi sebagai wakil rakyat itu posisi yang berisiko, karena tugas dan tanggung jawab kami untuk berinteraksi dengan masyarakat. Sehingga pemeriksaan sampel darah ini diperlukan,” ujarnya.

Marsono menambahkan, sejauh ini tidak ada anggota legislatif yang dalam kondisi sakit. Namun, pemeriksaan tetap harus dilakukan selain mengetahui kondisi kesehatan juga  bentuk edukasi kepada masyarakat, tentang pentingnya menjaga kesehatan.

“Jadi kita periksa bukan karena kita terindikasi, tapi karena kita harus sepakat, dan mengedukasi masyarakat. Tapi jangan kita membuat bahasa yang menakutkan,” jelasnya.

Reporter Zayyin multazam sukri

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date