Publikasi dan Sosialisasi PAUD Tak Sebatas Seremorial, Harus Beri Ruang Kreasi Anak

Kediri, koranmemo.com РRatusan siswa mulai Pendidikan Anak Usia Diri (PAUD) dan Taman Kanak-Kanak (TK) se-Kota Kediri berkumpul di GOR Jayabaya Kota Kediri, Minggu (18/8). Mereka hadir dalam acara Pameran Pendidikan dan Gebyar PAUD dalam rangka Publikasi dan Sosialisasi Pendidikan Anak Usia Dini, namun Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Kediri tidak ingin hanya sekadar seremonial saja.

Kepala Disdik Kota Kediri, Siswanto mengatakan, kegiatan ini tidak hanya sebagai acara seremonial dan hanya dalam waktu tertentu saja. Saat ini, pendidikan anak usia dini sudah menyebar di setiap kecamatan maupun kelurahan di Kota Kediri sehingga perlu adanya wadah bgi anak untuk mengekspresikan diri.

“Anak harus bisa mendengarkan hal apa yang disampaikan. Dari mendengarkan, mereka bisa menyampaikan pendapat mereka dan dari situ anak bisa mulai melakukan kegiatan sesuai dengan apa yang mereka mau. Meskipun demikian, materi yang disampaikan tetap menyesuaikan usia dan bobot sesuai tumbuh kembang anak,” tuturnya.

Dengan adanya acara tersebut, lanjutnya, diharapkan lebih berorientasi untuk memberikan ruang berkreasi bagi anak usia dini. Anak-anak diberi kesempatan untuk ikut pementasan kreativitas seni dan budaya sehingga rasa percaya diri serta menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya daerah.

“Pameran dan Genyar PAUD ini merupakan langkah pemerintah dalam memberikan ruang gerak bagi anak-anak TK untuk berkreativitas, mereka bebas mengekspresikan diri sesuai minta dan bakatnya. Orang tua juga bisa memberikan bimbingan dan pendampingan, dengan harapan, antara kemampuan akademis dan non akademis tetap seimbang,” katanya.

Menurut Siswanto, dengan acara ini, anak-anak juga diajarkan sedini mungkin untuk berinteraksi dan bergaul dengan anak-anak dari sekolah lainnya. Selain itu, kegiatan juga disesuaikan untuk mengedepankan kembali dunia anak-anak dengan memberi kesempatan untuk bermain, bercanda, dan bergembira bersama teman yang lain.

Dengan demikian, rasa percaya diri dan keberanian mereka terbentuk, tanpa keberanian untuk tampil, anak tidak akan tumbuh dan mengembangkan kemampuan yang mereka miliki dengan maksimal. “Yang terpenting adalah bagaimana kita bisa memberi ruang gerak bagi anak untuk berkreativitas,” ujarnya.

Karena dalam acara ini, sabungnya, anak-anak diberikan kesempatan untuk tampil dengan memperagakan tari-tarian, misalnya tari tradisional ataupun tari kreasi dan menyisipkan pesan melalui tari tersebut. Anak-anak juga menyanyikan lagu dengan tema keagamaan maupun pesan untuk hidup sehat, saling menghormati antar sesama, dan saling membantu satu sama lain.(Adv)

Reporter : Okpriabdhu Mahtinu
Editor Achmad Saichu

 

Follow Untuk Berita Up to Date