PT GG Komitmen Selesaikan Bandara Kediri

Kediri, koranmemo.com – PT Gudang Garam (GG) Tbk Kediri komitmen untuk menyelesaikan rencana pembangunan bandara di Kediri. Kapan pun pelaksanaan pembangunan bandara tersebut akan dilakukan secepatnya.

Hal tersebut disampaikan Istata Taswin Sidarta Direktur PT Gudang Garam Tbk Kediri dalam acara jumpa pers dalam rangka RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham) di Hotel Hrand Surya, Selasa (26/6).

“Kapan pun pembangunan bandara bisa dimulai, secepatnya akan kita lakukan. Karena pembangunan bandara ini merupakan bagian dari kontribusi kita kepada masyarakat. Kita sangat komitmen untuk pembangunan ini,” tambahnya.

Dikatakan, kapan mulainya pembangunan bandara, secepatnya tergantung pada semua komponen misalnya pembebasan tanah. “Untuk itu Kita akan kerja sama dengan pemda,” tambahnya.

Seperti diketahui pembangunan Bandara Kediri belum bisa dilakukan tahun ini. Pasalnya, pembebasan lahan di daerah yang rencananya akan dibangun bandara tersebut masih belum selesai. Meski, semua perizinan pembangunan tersebut sudah disetujui oleh Menteri dan Presiden.

Sekretaris Kabinet Republik Indonesia, Pramono Anung Wibowo mengatakan, pembangunan Bandara Kediri belum dilakukan tahun ini. Pasalnya, ada pergeseran rencana pembangunan dari rencana di Kecamatan Tarokan dan Banyakan Kabupaten Kediri.

“Semua perizinan sudah keluar, baik dari KSAU maupun Pak Menhub sudah keluar. Hanya ada persoalan teknis karena ada pergeseran sedikit, sehingga konsekuensinya harus ada pembebasan lahan,” ujarnya saat menghadiri peresmian Jembatan Wijayakusuma di Kecamatan Ngadiluwih Kabupaten Kediri bersa Menteri PUPR dan Menhub, Selasa (29/5).

Pramono menyebut pembangunan Bandara tersebut salah satu Project Strategi Nasional (PNS), sehingga pemerintah akan membantu pembebasan lahan tersebut. “Kalau semuanya berjalan lancar, 2019 bisa dimulai,” ujarnya.

Semntara, Budi Karya Sumadi Menteti Perhubungan (Menhub) mengatakan, lokasi pembangunan Bandara sudah ditentunkan. Pihaknya masih menunggu penyelesaian desain dan pembebasan lahan, sedangkan rekomendasi dari Kesatuan Angkatan Udara (KSAU) sudah dikantongi Menhub untuk Bandara yang akan dibangun oleh PT Gudang Garam Tbk tersebut.

“Pembebasan lahan sekarang sudah sekitar 70 sampai 80 persen, kebutuhan lahan relatif antara 400 sampai 600 hektar. Kalau finalisasi itu bisa segera selesai, 2019 bisa dimulai pembangunannya,” jelasnya.

Reporter: Zayyin Multazam

Editor: Achmad Saichu