Proyek Toilet Kebonratu Molor

Jombang, koranmemo.com – Proyek pembangunan toilet umum Taman Kebonratu Desa Keplaksari Kecamatan Peterongan, senilai Rp 193,928 juta, hingga saat ini belum tuntas.Padahal jika melihat tulisan di papan proyek yang terpasang di lokasi, proyek yang mulai dikerjakan 2 Agustus 2016 itu seharusnya selesai pada 30 Oktober 2016 lalu.

Pantauan wartawan di lokasi, sejumlah pekerja hingga saat ini sedang mengerjakan lantai, atap, dan pintu toilet. Sekilas, proyek yang bersumber dari dana APBD (anggaran pendapatan belanja daerah) Kabupaten Jombang 2016 itu pengerjaannya masih mencapai 70 hingga 80 persen.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya, Tata Ruang, Kebersihan dan Pertamanan Pemerintah Kabupaten Jombang, Yudi Adriyanto dikonfirmasi melalui Kepala Bidang Perumahan dan Tata Bangunan, Danang Praptoko, tak menampik molornya proyek tersebut. “Poyek itu (toilet) bernomor kontrak 600/PPK-II.48.631.fsk.02/415.24/2016 dengan penyedia jasa atau pelaksana proyek CV Randumas Multi Konstruksi asal Dusun Balongrejo Desa Badas Kecamatan Sumobito memang molor,” kata Danang yang juga sebagai PPK (pejabat pembuat komitmen) proyek, ditemui di ruang kerjanya, Kamis (3/11).

Danang menambahkan, atas keterlambatan proyek tersebut, pihaknya telah mengirim surat kepada pihak penyedia jasa. “Barusan sekitar 10 menit yang lalu, penanggungjawab penyedia jasanya telepon saya. Dia mengatakan masih mencarikan tambahan rumput sintetis untuk atap toilet ke Surabaya sehingga masih belum tuntas,” terang Danang.

Jika tetap molor, lanjut Danang, bukan tidak mungkin penyedia jasa akan dikenai denda. “Sudah saya kasih peringatan, teguran, dan solusi. Apa kendalanya. Kalau tidak selesai ya kita denda. Di kontrak juga sudah ada. Dengan aturan satu per seribu kali nilai kontrak,” tegasnya.

Lalu bagaimana jika tidak tuntas? Danang memastikan jika pengerjaam proyek tidak tuntas, maka kemungkinan pencairan prestasi pekerjaan tidak bakal cair. “Untuk mencairkan permohonan pencairan prestasi pekerjaan, salah satunya adalah pekerjaa selesai 100 persen. Jadi kalau tidak selesai pekerjaannya ya tidak kita transfer uangnya,” pungkas Danang. (ag)

 

Follow Untuk Berita Up to Date