Prosesi Ijab Dibatasi, Kankemenag Kota Kediri Akui Masih Ada Kendala

Share this :

Kediri, koranmemo.com – Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kota Kediri menilai pembatasan pelaksanaan ijab qabul bagi calon pengantin menjadi tantangan baru. Meskipun sudah ada petunjuk teknis (juknis) dari Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia (RI), namun ada beberapa faktor yang menjadi kendala.

Kasi Binmas Islam Kankemenag Kota Kediri, Zamroni menjelaskan, mengenai pelaksanaan ijab qabul sudah dibatasi, namun masih ada pelaksanaan prosesi tersebut sampai saat ini. “Untuk pelaksanaan harus di kantor urusan agama (KUA) di kecamatan masing-masing. Pembatasan dilakukan sesuai surat edaran yang diterima pada 2 April lalu,” jelasnya, Jumat (24/4).

Proses pelaksanaan, kata Zamroni, hanya melibatkan beberapa orang saja, yaitu calon pengantin, saksi, wali, dan penghulu. “Sekitar enam orang saja yang terlibat prosesi ijab qabul. Tentunya, dengan mengenakan alat pelindung diri (APD) seperti masker dan sarung tangan,” ujarnya.

“Mengapa masih ada pelaksanaan ijab qabul, karena calon pengantin sudah mendaftar sebelum surat edaran diterima pada 2 April sehingga pada 3 April pendaftaran ditutup. Karena, pendaftaran bagi calon pengantin paling lambat 10 hari sebelum pelaksanaan, jadi bisa 1,5 bulan atau 2 bulan sebelumnya sudah daftar,” imbuhnya.

Namun yang menjadi kendala Kankemenag Kota Kediri terutama bagi pelaksana di KUA tiap kecamatan, jika ada laporan dari masyarakat mengenai orang hamil di luar nikah atau pasangan yang tertangkap tangan oleh warga. Kejadian seperti ini menjadi pilihan sulit bagi KUA, karena menyangkut beberapa hal.

Zamroni mengatakan, jika ada laporan orang hamil di luar nikah atau pasangan yang tertangkap tangan, lebih baik proses ijab qabul dilaksanakan. “Beberapa waktu lalu ada laporan yang tertangkap tangan. Kalau tidak segera dilakukan ijab qabul, bagaimana perasaan si perempuan. Begitu pula jika ada yang hamil di luar nikah,” ucapnya.

Selain itu, untuk sementara waktu memang pendaftaran pelaksanaan ijab qabul bagi calon pengantin ditiadakan. Mengenai kapan KAU dan Kankemenag Kota Kediri kembali membuka pendaftaran, masih menunggu perkembangan situasi dan arahan dari Pemerintah Pusat dalam hal ini Kemenag dan Pemrintah Daerah. “Kami masih menunggu arahan dari Kemenag, semoga situasi seperti ini segera pulih,” pungkasnya.

Reporter : Okpriabdhu Mahtinu
Editor : Della Cahaya