Prodamas Efektif Kurangi Kawasan Kumuh

Kediri, koranmemo.comProgram Pemberdayaan Rakyat (Prodamas) yang telah dilaksanakan di 1476 RT dan 330 RW di Kota Kediri berhasil menurukan jumlah kawasan kumuh dari 10 menjadi 6.

Menurut Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan (Barenlitbang) Kota Kediri Edi Darmasto, hasil evaluasi dari Tim Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU), terjadi penurunan jumlah kawasan kumuh di Kota Kediri.

“Awalnya ada 10 kelurahan yang memiliki kawasan kumuh, sekarang tinggal 6 saja”, ujarnya.

Menurut Edi,  penurunan kawasan kumuh secara signifikan ini terutama karena ada pembangunan infrastruktur secara masif di gang-gang dengan dana Prodamas.

“Pavingisasi jalan, perbaikan saluran air, pembangunan sumur resapan, pengadaan tempat sampah dan gerobak sampah telah dilakukan di sebagian besar RT,” ujarnya.

Program KOTAKU mulai diperkenalkan pada tahun 2016. Saat pendataan pada tahun 2016, kawasan kumuh di Kota Kediri tercatat sebanyak 10 kelurahan, dimana 9 kelurahan berada di Kecamatan Kota dan 1 kelurahan di Kecamatan Pesantren.

Kotaku atau Kota Tanpa Kumuh merupakan program Kementerian PU. Program kotaku ini berupaya mencapai target nasional 100-0-100, yaitu 100% masyarakat mempunyai akses sanitasi yang layak, 0% kawasan perumahan dan permukiman kumuh, dan 100% masyarakat tercukupi air minum yang sesuai dengan standar kelayakan minimum. (adv/humaspemkot)

Ada 7 + 1 indikator untuk menentukan sebuah kelurahan kumuh atau tidak, yaitu:

1. Masalah rumah tidak layak huni
2. Akses jaringan jalan
3. Drainase lingkungan
4. Masalah air minum
5. Akses sanitasi
6. Persampahan
7. Pencegahan bahaya kebakaran
8. Ruang terbuka publik.

Reporter: Canda Adisurya

Editor: Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date