Prioritaskan Pendidikan di Wilayah Barat

Kediri, koranmemo.com – Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan (Barelitbang) Kota Kediri, Kamis (23/2) menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) yang terakhir di tingkat Kecamatan. Musrenbang ketiga kalinya ini diadakan Kecamatan Mojoroto di Cendrawasih Hall, Hotel Inbsumo Kota Kediri

Permbukaan dilakukan Walikota Kediri, Abdullah Abu Bakar. Pada paparannya, Wali Kota yang akrab disapa Mas Abu ini  memprioritaskan pendidikan di wilayah barat atau barat Sungai Brantas.

Selama ini sejumlah sekolah dan universitas telah berdiri di wilayah barat. Universitas yang sudah dibangun di Kecamatan Mojoroto, ada Universitas Brawijaya (UB) dan Politeknik (Poltek) Kediri. Keduanya cukup besar dan ini akan berdampak pada pertembuhan ekonomi.

“Adanya dua universitas itu akan membawa dampak ekonomi  yang cukup besar. Karena mahasiswa yang akan kesana jauh lebih banyak, daya tampungnya juga akan lebih besar,” ujar Mas Abu.

Selain itu Walikota juga membahas beberapa aspek mengenai pembangunan Kota dari segi ekonomi. Mas Abu melihat adanya perkembangan signifikan ditinjau dari bertambahnya para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang semakin kreatif.

Para pelaku UMKM tersebut, tambah dia, tidak hanya menjual secara langsung tetapi juga menjualnya melalui media online. Hal ini dapat menyerap tenaga kerja sehingga warga semakin produktif dan dapat mengurangi pengangguran.

Dari segi kesehatan, Walikota Kediri akan menyediakan jasa dokter gratis untuk mendatangi rumah warga (sakit parah) yang tidak dapat datang ke puskesmas ataupun rumah sakit (RS) terdekat karena.

“Warga yang sedang sakit dan tidak bisa ke rumah sakit atau puskesmas, saya datangkan dokter. Kemudian Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) tidak boleh menolak pasien yang menggunakan BPJS,” kata orang nomor satu di Kota Kediri tersebut.

Walikota memastikan, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) lebih banyak kepada masyarakat, yaitu sekitar 60 persen. Pemerintah kini membuka diri kepada warga dengan mendatangi langsung untuk mendengarkan aspirasi, yakni salah satunya dengan program Kopi Tahu dan berbagai forum rembug warga yang diaktualisasikan.

Mas Abu mengingatkan kembali tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) sebagai senjata utama dalam berbagai perencanaan pembangunan di Kota Kediri yang telah diselaraskan dengan RPJM Provinsi dan Negara.

“RPJM Kota Kediri harus disesuaikan dengan provinsi. Sedangkan RPJM Provinsi harus disesuaikan dengan RPJM  Presiden Joko Widodo, yaitu Nawacita dan di Kota Kediri yaitu 9 Aksi,” pungkasnya.

Sambutan Wali Kota ditutup dengan pemukulan gong sebagai tanda dibukanya Musrenbang di Kecamatan Mojoroto Kota Kediri. (adv/barelitbang)

Reporter: Yudha Kriswanto
Editor: Gimo Hadi W
Follow Untuk Berita Up to Date

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.