Pria Ini Penuhi Nazar Jalan Kaki Medan – Banyuwangi

Share this :

Nganjuk, koranmemo.com – Amirudin (46), seorang pria berasal dari Serdang Bedagai, Sumatera Utara, menghabiskan hari demi hari menapaki jalanan sepanjang ribuan kilometer dari pulau Sumatera hingga Jawa. Ia sengaja bertekad memenuhi nazar untuk berjalan kaki dari rumahnya di Medan, menuju Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, untuk menemui orangtuanya.

Guyuran air hujan maupun sengatan matahari seolah sudah menjadi hal biasa dirasakan dalam perjalanan memenuhi janjinya. Berbagai rintangan yang menghadang pun otomatis harus ia hadapi.
Bahkan, ia mengaku pernah dihadang oleh sejumlah preman di daerah Lampung. Namun ia tetap bertekad untuk menuntaskan perjalanannya, dan berusaha membela diri sekuat tenaga demi berjumpa dengan orangtua.

“Saya ditodong senjata tajam oleh preman. Karena kepepet saya pun melawan dengan menendang bagian vital sampai preman itu tersungkur. Saat teman-teman preman datang, beruntung saya ditolong oleh polisi yang sedang bertugas di daerah itu,” ujar Amirudin.

Amirudin menuturkan kisah sehingga ia bernazar. Sebelumnya, dia pernah menderita lumpuh selama tujuh bulan. Berbagai usaha sudah dilakukan demi kesembuhannya. Dan akhirnya, ia bernazar untuk berjalan kaki menemui orangtuanya di Banyuwangi.

Tujuh bulan kemudian, impiannya untuk sembuh dari kelumpuhan, terkabulkan, dan segera memenuhi nazar berjalan kaki dari Medan ke Banyuwangi.

Wartawan koranmemo.com, bertemu dengan Aminuddin, ketika ia singgah di Kabupaten Nganjuk. Perjalanannya, telah memakan waktu 56 hari, dan diperkirakan sekitar 7 hari lagi ia akan sampai ke rumah orang tuanya di Ketapang, Banyuwangi. “Sejauh ini sudah menghabiskan sebanyak enam pasang sandal,” tuturnya.

Amirudin mengaku sepanjang perjalanan banyak warga yang merasa empati dengannya. Tak jarang, ia diberi tambahan bekal, dan bahkan beberapa diantara mereka justru memberikan uang. Di Kabupaten Nganjuk, ia merasa senang karena diantar oleh komunitas media sosial, hingga masuk perbatasan Kabupaten Jombang.

“Komunitas ISN (Info Seputar Nganjuk) banyak membantu saya ketika berada di wilayah Kabupaten Nganjuk, mulai dari bantuan makan hingga tempat tidur,” ungkapnya.

Reporter : Andik Sukaca

Editor : Irwan Maftuhin